Wamen KKP Ajak Muhammadiyah Bangkitkan Peradaban Biru Indonesia

BATURMU.COM, SOLO — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) RI, Irwan Meilano, mengajak perguruan tinggi dan persyarikatan Muhammadiyah untuk bersama-sama membangkitkan kembali Peradaban Biru di Indonesia.
Himbauan tersebut disampaikan Irwan dalam Sidang Senat Terbuka Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berlangsung di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (24/10). Menurutnya, jajaran akademisi, guru besar, dan dosen selalu menjadi rujukan utama pemerintah dalam berkonsultasi mengenai arah pembangunan negara.
Mengawali pemaparannya, Irwan menukil Surah An-Nahl ayat 14 yang menjelaskan tentang potensi laut sebagai sumber pangan, perhiasan, moda transportasi, serta sarana mencari karunia Allah SWT. Ia menilai pesan keberlanjutan dalam ayat tersebut sangat relevan dengan peran perguruan tinggi seperti UMS.
"UMS di usianya yang ke-68, akan terus menjadi bagian dari proses menjaga keberlanjutan tersebut," ujar Irwan.
Irwan juga mengulas sejarah maritim Nusantara yang pernah melanglang buana. Salah satu kisahnya adalah ketangguhan pelaut Makassar yang berlayar hingga ke Australia Utara untuk mencari teripang guna memenuhi pasar Tiongkok. Menurutnya, rekam jejak sejarah kejayaan laut Indonesia ini harus dihidupkan kembali melalui konsep Peradaban Biru.
Upaya ini dinilai kian mendesak seiring meningkatnya populasi dunia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan pertanian di darat. Oleh karena itu, pasokan pangan berbasis laut atau "pangan biru" menjadi solusi masa depan yang sangat vital.
"Kita harus mengingat kejayaan Indonesia di tahun 1700, yaitu pangan yang berasal dari laut, atau kita sebut sebagai pangan biru," lanjut Irwan.
Untuk mewujudkan Peradaban Biru secara berkelanjutan, KKP mendorong sinergi nyata dengan Muhammadiyah, khususnya melalui keterlibatan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) yang dirintis oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Irwan menyebut langkah ini sejalan dengan teologi Al-Ma'un yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan, yakni menghadirkan kemanfaatan nyata bagi kelompok masyarakat yang lemah.
Secara konkret, Wamen KKP menawarkan kolaborasi melalui program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menilai UMS memiliki potensi besar untuk terlibat aktif melalui integrasi berbagai program studi, KKN tematik, hingga menerjunkan tim kesehatan.
"Ada berbagai macam prodi, KKN tematik, tim kesehatan. Kita bisa bekerja sama banyak sekali, jadikan seribu kampung nelayan ini sebagai laboratorium. Dengan kolaborasi yang lebih kuat, kita akan bangun kembali Peradaban Biru Indonesia," pungkas Irwan.
