Kabar Persyarikatan

Mengenal 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah di Hari Kiamat

Redaksi Baturmu
25 Oktober 20264 Menit
Mengenal 7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah di Hari Kiamat

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Umat Islam diimbau untuk senantiasa meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt dan tidak membiarkan kesibukan duniawi melalaikan kewajiban agama, termasuk dalam menunaikan salat Jumat. Kesadaran akan kepastian hari akhir hendaknya menjadi dorongan utama untuk memperbanyak amal saleh sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan oleh Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Khaidir Sulaiman, dalam tayangan Mimbar Jumat di TVMu pada Jumat (23/10).

Khaidir mengingatkan bahwa hari kiamat merupakan sebuah kepastian yang waktunya tidak diketahui oleh siapa pun. Ketika hari dahsyat itu tiba, setiap manusia akan sibuk dengan urusannya masing-masing dan tidak lagi mampu saling memberikan pertolongan, bahkan kepada keluarga terdekat sekalipun.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menyegerakan diri memenuhi panggilan Allah, salah satunya dengan bersegera menuju masjid saat panggilan salat Jumat berkumandang. Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9 untuk menyegera ingat kepada Allah dan meninggalkan aktivitas jual beli.

Khaidir menyoroti kebiasaan sebagian jemaah yang masih sering terlambat datang ke masjid, bahkan saat khatib sudah naik ke atas mimbar. Padahal, waktu istirahat di banyak tempat kerja umumnya sudah disesuaikan untuk menunjang ibadah tersebut.

“Kalau kita tidak keluar menuju masjid, itu menandakan kita termasuk orang-orang yang lalai,” ujar Khaidir.

Ia mengajak siapa saja yang masih memiliki kebiasaan tersebut untuk bertobat dan memperbaiki diri. Menurutnya, pengakuan atas kelalaian harus diiringi dengan perubahan sikap yang nyata.

Khaidir juga membandingkan kedisiplinan manusia terhadap aturan pekerjaan dengan kepatuhan pada perintah agama. Banyak orang sangat takut terlambat masuk kantor demi menghindari sanksi atau pemotongan penghasilan, namun kerap mengabaikan panggilan ibadah dari Allah Swt. Ia menegaskan bahwa pekerjaan dan rezeki harus dijadikan sarana beribadah, bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban.

Lebih lanjut, Khaidir menjelaskan hadis Rasulullah SAW mengenai tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan perlindungan dari Allah Swt pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan selain dari-Nya:

Pertama, pemimpin yang adil. Merujuk pandangan Imam Nawawi, keadilan seorang pemimpin mencakup keputusan yang adil bagi dirinya, kerabatnya, hingga masyarakat luas yang dipimpinnya.

Kedua, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allah sejak usia muda. Ketiga, seseorang yang hatinya selalu terikat dan terpaut pada masjid.

Keempat, dua orang yang saling mencintai karena Allah, di mana hubungan mereka didasari oleh keimanan dan orientasi membawa kebaikan bersama. Kelima, seseorang yang mampu menolak ajakan berbuat maksiat meski digoda oleh orang yang memiliki kedudukan dan paras rupawan, karena rasa takutnya kepada Allah.

Keenam, orang yang bersedekah secara ikhlas. Khaidir mendorong umat yang memiliki kelebihan harta agar memanfaatkannya untuk membantu sesama, membahagiakan keluarga, serta mendukung kegiatan dakwah.

Ketujuh, orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata, seperti mereka yang bermunajat dan menunaikan salat tahajud secara khusyuk di heningnya malam.

Khaidir berharap pemahaman mengenai tujuh golongan ini dapat menjadi cerminan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik melalui peningkatan kualitas ibadah ritual maupun kepedulian sosial.

Bagikan berita ini: