Muhammadiyah Gandeng Pemerintah Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Edukasi

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Muhammadiyah menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) bertema "Merajut Kolaborasi, Menggerakkan Potensi, Menuju Parekraf Berkemajuan" di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (24/10). Forum ini diselenggarakan untuk memperkuat kerja sama strategis serta mendorong lahirnya program nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya keberanian dalam mengeksekusi gagasan menjadi langkah konkret. Menurutnya, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak boleh berhenti hanya pada tataran wacana atau diskusi semata.
"Pesan saya, tinggal dipraktikkan saja, jangan terlalu banyak teori," ujar Haedar.
Haedar mendorong para pelaku usaha di lingkungan Muhammadiyah untuk berani mengambil tindakan nyata demi menghasilkan nilai tambah ekonomi. Ia juga menyoroti potensi besar pariwisata Indonesia yang perlu dikelola dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur agar dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. Sebagai contoh pentingnya memiliki mimpi besar dan keberanian bertindak, Haedar mengingatkan kembali gagasan umat Islam pada masa lalu yang bertekad membangun kapal besar untuk sarana ibadah haji.
Dukungan terhadap inisiatif Muhammadiyah ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Ia mengapresiasi Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan (LPEK) PP Muhammadiyah yang aktif membuka ruang kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi daerah. Riefky menilai Muhammadiyah memiliki fondasi kuat di bidang pendidikan dan pelayanan sosial yang dapat dipadukan dengan unsur sejarah dan kreativitas.
"Semangat Muhammadiyah dalam pendidikan dan pelayanan sosial merupakan modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif," ungkap Teuku Riefky Harsya.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan PP Muhammadiyah terus diperkuat, khususnya dalam hal peningkatan keterampilan serta perluasan akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Sementara itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang diwakili Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Indri Wahyu Susanti, turut mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad dalam memajukan bangsa di berbagai bidang.
Indri menekankan bahwa pariwisata tidak sekadar berfungsi sebagai sarana rekreasi, melainkan juga sebagai ruang edukasi untuk mengenal budaya dan kehidupan sosial setempat.
"Pariwisata lebih dari sekadar jalan-jalan. Perlu diketahui, di balik jalan-jalan itu terdapat pembelajaran. Pariwisata itu bukan hanya memberikan kesempatan orang-orang jalan-jalan, tapi pada kesempatan yang sama kita juga dapat belajar budaya," tuturnya.
Menurut Indri, pengembangan pariwisata yang berkualitas membutuhkan kerja sama lintas sektor. Jaringan Muhammadiyah yang tersebar di sektor pendidikan, kesehatan, hingga kewirausahaan menjadi aset berharga untuk mewujudkan program-program pariwisata yang membawa kemaslahatan bersama.
Rangkaian acara Silatnas ini diakhiri dengan peluncuran program wisata napak tilas serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PP Muhammadiyah yang diwakili Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy dan Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Indri Wahyu Susanti.
