Buka Silatnas LPEK, Haedar Nashir Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Muhammadiyah Perbanyak Aksi

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan arahan penting saat membuka acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah. Acara tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (24/10) malam.
Dalam amanatnya, Haedar berpesan agar para pelaku ekonomi kreatif di lingkungan Muhammadiyah lebih mengedepankan aksi nyata dibandingkan sekadar wacana atau teori. Ia berkelakar namun tegas meminta mereka untuk merubah pola pikir dari sekadar melontarkan pendapat menjadi fokus meningkatkan pendapatan.
"Pesan saya bahwa kegiatan pariwisata dan ekonomi itu tinggal dipraktikkan saja. Jangan terlalu banyak teori," kata Haedar.
Sebagai lembaga yang terhitung baru di lingkungan Muhammadiyah, LPEK diminta untuk tidak tumpang tindih dengan lini usaha ekonomi Muhammadiyah yang sudah ada. Haedar menegaskan bahwa fokus utama LPEK harus berakar pada inovasi dan kreativitas.
"Jadi kalau menggarap yang sudah ada itu bukan ekonomi kreatif, tapi ekonomi stabil gitu ya," selorohnya.
Tak hanya itu, Haedar juga menyoroti mentalitas berwirausaha di kalangan umat Islam yang dinilainya belum sepenuhnya terbangun dengan kokoh. Menurutnya, masih banyak calon pengusaha Muslim yang dibayangi rasa takut berlebihan atau paranoid saat hendak memulai sebuah bisnis.
Untuk memotivasi para peserta, Haedar mengutip perumpamaan dari Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Ia menyebutkan bahwa dunia bisnis ibarat belajar berenang; seseorang tidak akan bisa berenang jika hanya mempelajari teorinya tanpa berani terjun langsung ke dalam kolam.
Mengakhiri arahannya, Haedar mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani jiwa kewirausahaan Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus saudagar sukses yang kekayaannya diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi yang diraih sepatutnya didedikasikan untuk mendukung dan memperkuat pergerakan dakwah.
