Kabar Persyarikatan

Syafiq A. Mughni Tegaskan Muhammadiyah Lawan Propaganda Zionisme Melalui Seni dan Budaya

Redaksi Baturmu
26 Oktober 20264 Menit
Syafiq A. Mughni Tegaskan Muhammadiyah Lawan Propaganda Zionisme Melalui Seni dan Budaya

BATURMU.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk dukungan terhadap penjajahan Israel atas Palestina. Perlawanan tersebut mencakup berbagai upaya propaganda Zionisme yang disalurkan melalui pertunjukan seni, olahraga, hingga kegiatan perdagangan.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, dalam pengantar program *Ruang Publik TVMu* pada Ahad (24/10). Acara tersebut mengulas polemik terkait rencana penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Syafiq menjelaskan bahwa Muhammadiyah terus memegang teguh komitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam merebut kemerdekaan dan kedaulatannya. Wujud dukungan tersebut tidak hanya disalurkan melalui aksi kemanusiaan, tetapi juga lewat sikap tegas menolak segala bentuk pendudukan, perampasan, dan kezaliman.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar cermat dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menjadi sarana propaganda atau memperkuat posisi pihak penjjah.

“Bersamaan dengan itu pula maka seluruh propaganda dalam bentuk apa pun yang bersifat mendukung Zionisme Israel itu harus dilawan,” tegas Syafiq.

Syafiq menilai sektor industri hiburan dan pertunjukan seni perlu disikapi secara kritis. Menurutnya, publik harus memperhatikan keterkaitan suatu acara dengan agenda tertentu, terutama jika kegiatan tersebut berpotensi menjadi sarana penggalangan dana guna membenarkan atau mendukung tindakan penjajahan.

“Uang apa pun yang kita keluarkan, sedikit apa pun yang kita belanjakan untuk mendukung propaganda, baik berupa pertunjukan kesenian, konser dan lain sebagainya, itu juga merupakan sesuatu yang tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Dukungan finansial semacam itu, lanjut Syafiq, sangat bertentangan dengan prinsip solidaritas kemanusiaan serta perjuangan rakyat Palestina. Sikap yang diambil Muhammadiyah ini juga selaras dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdiri tegak membela keadilan dan perdamaian di mana pun, khususnya bagi warga Palestina.

“Persyarikatan Muhammadiyah mengajak seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia untuk bahu-membahu berjuang bersama-sama untuk sebuah keadilan dan perdamaian di mana pun berada, termasuk di Palestina,” pungkasnya.

Diskusi interaktif *Ruang Publik TVMu* yang mengusung tema “Tiada Panggung bagi Pendukung Zionis” ini turut menghadirkan beberapa narasumber lain, seperti Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah Gunawan Budianto, serta Ketua Bidang Advokasi Hikmah dan Kebijakan Publik PP Nasyiatul Aisyiyah Dwi Setyowati.

Bagikan berita ini: