Kabar Persyarikatan

Hikmah Perang Uhud, Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Warga Muhammadiyah Jaga Ketaatan dan Amanah

Redaksi Baturmu
27 Oktober 20263 Menit
Hikmah Perang Uhud, Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Warga Muhammadiyah Jaga Ketaatan dan Amanah

BATURMU.COM, SURABAYA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, mengajak umat Islam untuk memetik pelajaran berharga dari peristiwa sejarah Perang Uhud. Peristiwa bersejarah tersebut dinilai memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ketaatan, menjalankan amanah, serta merawat semangat perjuangan.

Hal itu disampaikan Kiai Saad saat menjadi penceramah dalam acara Kajian Ahad Pagi Pencerahan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di kompleks SD Muhammadiyah 15 Wiyung, Surabaya, pada Ahad (25/10).

Dalam pemaparannya, Kiai Saad menjelaskan bahwa Perang Uhud merupakan salah satu tonggak sejarah penting dalam perjalanan Rasulullah Muhammad SAW menegakkan panji Islam. Saat itu, sebanyak 1.000 pasukan muslim bertempur melawan 3.000 pasukan Quraisy.

Kemenangan yang sejatinya sudah di depan mata sirna akibat barisan pemanah mengabaikan perintah Rasulullah karena tergiur harta peninggalan perang. Akibat keserakahan tersebut, pasukan muslim justru mengalami kekalahan.

Kendati demikian, kekalahan tersebut tidak lantas membuat Rasulullah dan para sahabat patah semangat. Bagi umat Islam, kekalahan tidak boleh memadamkan api perjuangan, sebagaimana kemenangan tidak sepatutnya memicu rasa sombong.

“Kedua keadaan tersebut perlu dihadapi dengan iman, keteguhan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.

Merujuk pada Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 139, Kiai Saad menyampaikan bahwa kebanggaan diri harus senantiasa dilandasi oleh keimanan. Rasa bangga yang bersumber dari iman tidak akan membuat seseorang merasa lebih baik atau lebih tinggi dari orang lain.

Oleh karena itu, ia mendorong warga Muhammadiyah untuk membangun kebanggaan berbasis nilai-nilai iman yang diwujudkan melalui kerja nyata serta amal kebajikan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kebangaan itu harus tampak dalam konsistensi menjalankan kebaikan, mengembangkan program, dan menjaga komitmen terhadap tujuan Persyarikatan,” tegasnya.

Kiai Saad juga mengingatkan bahwa bagi Muhammadiyah, kebanggaan tidak boleh berhenti pada identitas simbolik belaka. Ber-Islam dan ber-Muhammadiyah harus terwujud secara nyata dalam iman, amanah, produktivitas, serta kontribusi konkret bagi kemanusiaan semesta.

Bagikan berita ini: