Milad Ke-107 TK ABA, 'Aisyiyah Tekankan Pendidikan PAUD Berbasis Akhlak dan Kasih Sayang

BATURMU.COM, SEMARANG — Kiprah 'Aisyiyah dalam dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) telah menginjak usia lebih dari satu abad. Melalui Taman Kanak-Kanak 'Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), organisasi perempuan Muhammadiyah ini terus konsisten meletakkan fondasi pendidikan karakter bagi anak-anak di Indonesia sejak tahun 1919.
Sejarah mencatat, 'Aisyiyah memelopori pendidikan taman kanak-kanak dengan mendirikan lembaga bernama Frobel pada 1919, yang mengadopsi nama tokoh pendidikan asal Jerman, Friedrich Fröbel. Nama tersebut kemudian resmi berganti menjadi TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) pada 1924. Perubahan nama ini mempertegas semangat 'Aisyiyah dalam memadukan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, sekaligus membuka akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial.
Dalam agenda Apel Akbar Milad TK ABA ke-107 dan Milad Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) ke-29 yang digelar oleh Pimpinan Wilayah IGABA Jawa Tengah di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (24/10), peran strategis para pendidik kembali ditegaskan. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa profesi guru TK memiliki tantangan dan tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi penerus.
Menurut Abdul Mu'ti, guru di tingkat PAUD maupun sekolah dasar bukan sekadar pengajar yang mentransfer ilmu, melainkan sosok teladan yang menggantikan peran orang tua di lingkungan sekolah.
"Ibu-ibu (guru) adalah role model. Karena ibu-ibu adalah teladan bagi para murid. Maka ibu tidak hanya hadir sebagai seorang pengajar, tapi hadir sebagai orang tua," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menambahkan, kedekatan emosional guru TK sangat krusial karena anak-anak berada pada fase awal tumbuh tumbuh kembang. Oleh sebab itu, selain meletakkan dasar pengetahuan, pendidik dituntut untuk memberikan perhatian, kasih sayang, serta keteladanan yang berkesan bagi masa depan anak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan pentingnya peran guru TK dalam membangun fondasi akhlak serta melejitkan potensi anak sejak dini. Pendampingan yang tepat dari guru dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan pengenalan jati diri pada diri anak.
"Dan tentunya di tangan bapak ibu semuanya yang mengajar dengan penuh kasih sayang, anak-anak akan mulai mengenal siapa dirinya sesungguhnya," tutur Salmah.
Salmah juga mengutip Surah An-Nahl ayat 78 untuk mengingatkan bahwa setiap anak terlahir membawa potensi anugerah Allah SWT yang harus diasah sesuai tahap perkembangannya. Ia mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi diri dan mengajar dengan ketulusan hati.
"Dengan skill yang dimiliki, bapak ibu guru bisa mengajar dengan sepenuh hati, penuh kasih sayang, dan mengutamakan keteladanan bagi para anak didik kita. Guru yang baik adalah guru yang bukan hanya mampu mengajar, tapi harus bisa mengajar dengan sepenuh hati dan tentunya juga mampu memperbarui keilmuan pada dirinya sendiri," pungkasnya.
