Sambut Tanwir dan Milad Ke-114, Muhammadiyah Tanam 114 Pohon Kelor di Unismuh Palu

BATURMU.COM, PALU — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Panitia Penerima Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah menggelar aksi penanaman 114 pohon kelor di area kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu pada Ahad (20/9).
Aksi penghijauan yang dipusatkan di belakang Kantor Dekanat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unismuh Palu ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Tanwir Muhammadiyah 2026. Agenda musyawarah nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026 mendatang di kompleks Unismuh Palu.
Ketua PWM Sulawesi Tengah, Muh. Amin Parakkasi, menyampaikan bahwa pemilihan tanaman kelor bukan sekadar simbolis. Menurutnya, kelor memiliki ikatan historis dan budaya yang kuat dengan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, sehingga menjadi representasi kearifan lokal yang layak diangkat ke tingkat nasional.
“Setelah dianalisis, ternyata tanaman kelor ini sangat berbanding lurus dengan semangat Muhammadiyah. Tanaman yang sederhana, tetapi banyak memberi manfaat dan sangat tangguh, bisa tumbuh di berbagai kondisi tanpa perawatan rumit,” jelas Amin.
Amin menerangkan, gagasan menghadirkan kelor dalam perhelatan nasional ini berawal dari usulan PWM Sulawesi Tengah untuk menjadikan motif daun kelor sebagai corak batik resmi Tanwir. Usulan tersebut disambut baik oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hingga akhirnya diadaptasi menjadi inspirasi utama pada desain logo Tanwir dan Milad ke-114.
Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga persyarikatan dan masyarakat Sulawesi Tengah karena nilai kearifan lokal daerah berhasil diperkenalkan secara luas dalam ajang permusyawaratan tertinggi kedua di Muhammadiyah.
“Ini sebuah kebanggaan bagi Muhammadiyah dan masyarakat Sulawesi Tengah bahwa kearifan lokal kita, pohon kelor dan sayur kelor, menjadi go nasional di Muhammadiyah melalui batik dan logo Tanwir,” ujarnya.
Secara filosofis, kelor yang dikenal sebagai miracle tree atau pohon ajaib dinilai selaras dengan kepribadian gerakan Muhammadiyah. Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, sempat menjelaskan bahwa simbol daun kelor mencerminkan nilai kesederhanaan, ketangguhan, keluasan wawasan pergerakan, serta semangat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Oleh karena itu, penanaman 114 pohon kelor ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni. Gerakan ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan budaya lokal melalui gerakan Muhammadiyah.
Kegiatan penanaman pohon ini turut diikuti oleh Ketua Panitia Penerima Tanwir sekaligus Rektor Unismuh Palu, Rajindra, bersama jajaran panitia dan jajaran pejabat di lingkungan kampus Unismuh Palu.
Mengusung tema “Bersama Satukan Bangsa”, Tanwir Muhammadiyah 2026 yang dirangkaikan dengan Milad ke-114 diharapkan mampu memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam merawat persatuan nasional, menggerakkan organisasi, serta menyebarkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
