PP Muhammadiyah dan Kapolri Perkuat Sinergi untuk Menjaga Ketertiban Masyarakat

BATURMU.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajarannya di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10). Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama strategis dalam menjaga ketertiban umum serta meminimalkan potensi tindak kejahatan di masyarakat.
Rombongan Polri disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Turut hadir mendampingi, yakni Sekretaris Umum Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Muhadjir Effendy, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir mengungkapkan bahwa Muhammadiyah dan Polri memiliki titik temu serta kesamaan komitmen dalam mengawal kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, khususnya dalam mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan publik.
“Kepolisian Republik Indonesia juga selalu ingin hadir menciptakan ketertiban masyarakat dan kesejahteraan. Dan di situlah juga Muhammadiyah selalu berkomitmen yang sama,” ujar Haedar.
Haedar juga membeberkan bahwa diskusi kedua pihak mencakup pembahasan mengenai isu-isu sosial yang meresahkan warga, seperti peredaran narkoba dan praktik pinjaman merugikan. Ia menekankan krusialnya membangun ketahanan di tingkat masyarakat agar warga tidak mudah terjerumus dalam lingkaran masalah tersebut.
Di sisi lain, Kapolri mengapresiasi kontribusi dan dukungan berkelanjutan dari Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban. Ia menggarisbawahi bahwa sinergi ini akan terus dipelihara dengan berpijak pada prinsip amar makruf nahi mungkar.
“Kami yakin dengan semangat yang sama, yaitu amar makruf nahi mungkar, bagaimana kita menebar kebaikan dan juga mencegah terjadi kejahatan. Inilah semangat yang digelorakan antara kami dan Muhammadiyah ini akan kami lanjutkan,” ungkap Suyudi.
Kapolri menambahkan, implementasi kerja sama ini bakal diwujudkan lewat penguatan edukasi serta literasi di lingkungan sekolah, kampus, pesantren, hingga rumah ibadah. Langkah preventif ini ditujukan untuk menangkal aksi kejahatan jalanan, peredaran narkotika, penipuan, aksi geng motor, hingga balap liar.
Sebagai bentuk pendekatan langsung kepada publik, Polri dan Muhammadiyah juga merancang serangkaian kegiatan sosial keagamaan, seperti salat Subuh berjamaah, Jumat keliling, program Minggu Kasih, serta kunjungan ke berbagai tempat ibadah lintas agama demi mengokohkan toleransi dan merawat kedamaian nasional.
