Kabar Persyarikatan

Peran Internasionalisasi Muhammadiyah Kian Krusial dalam Menjawab Tantangan Global

Redaksi Baturmu
29 Oktober 20263 Menit
Peran Internasionalisasi Muhammadiyah Kian Krusial dalam Menjawab Tantangan Global

BATURMU.COM, SIDOARJO — Peran Muhammadiyah di kancah internasional dinilai kian dibutuhkan di tengah maraknya berbagai krisis global, mulai dari konflik kemanusiaan hingga upaya mewujudkan tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, dalam acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada Rabu (28/10). Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa sekaligus merespons isu-isu kemanusiaan di tingkat dunia.

Syafiq menekankan bahwa Muhammadiyah selalu menjaga kemandiriannya dalam melangkah dan berkiprah, tanpa bergantung pada kekuatan politik maupun entitas lain di luar organisasi.

"Karena itulah kita terus bergerak untuk membangun bangsa ini," ujar Syafiq.

Dalam memelihara perdamaian dunia, Syafiq menyoroti keterlibatan nyata Muhammadiyah dalam rekonsiliasi antara Pemerintah Filipina dan masyarakat Muslim Bangsa Moro di Filipina Selatan. Dalam proses tersebut, Muhammadiyah dipercaya menjadi salah satu anggota International Contact Group (ICG) yang bertugas memantau dan mengawal perundingan damai.

"International Contact Group melibatkan sejumlah organisasi internasional dan pemerintah negara-negara yang turut mendukung proses perdamaian. Pertama Sant’Egidio dari Italia, Humanitarian Reconciliation dari Australia, dan Humanitarian Resources dari Thailand. Adapun aktor pemerintah negara yang turut terlibat antara lain Inggris, Turki, dan Arab Saudi," jelaskan Syafiq.

Rekam jejak diplomasi kemanusiaan ini turut meningkatkan reputasi internasional persyarikatan. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya kunjungan delegasi mancanegara yang ingin mengenal Muhammadiyah lebih dekat, serta meningkatnya minat mahasiswa asing untuk menimba ilmu di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Syafiq menambahkan, lewat jaringan lembaga pendidikan yang dimilikinya, Muhammadiyah berkomitmen menghadirkan pendidikan mencerahkan yang bersifat inklusif tanpa membatasi sekat sosial, etnis, budaya, maupun agama.

"Kita semua adalah manusia yang satu, manusia yang berhak mendapatkan sentuhan pencerahan dari Persyarikatan Muhammadiyah," tegasnya.

Sebagai langkah strategis ke depan, gagasan mengenai penguatan dan pengembangan internasionalisasi Muhammadiyah akan dibahas lebih komprehensif dalam Sidang Tanwir Muhammadiyah mendatang. Forum tersebut diharapkan menghasilkan dokumen panduan penting bagi arah kiprah global Muhammadiyah di masa depan.

Bagikan berita ini: