Muhadjir Effendy Sebut Sang Surya dan Mars ‘Aisyiyah Saling Melengkapi dalam Tauhid dan Perjuangan

BATURMU.COM, SURABAYA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa lagu Mars ‘Aisyiyah mengandung pesan mendalam bagi para kader perempuan untuk mengambil peran aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga tidak terbatas pada urusan domestik atau rumah tangga semata.
Muhadjir menjelaskan bahwa pesan tersebut tersirat kuat dalam penggalan lirik "Membina harkat kaum wanita, menjadi tiang utama negara". Menurutnya, lirik ini menjadi kunci bagi Perempuan Islam Berkemajuan untuk terus menjaga harkat dan martabat wanita, sekaligus menyadari bahwa masa depan bangsa berada di tangan perempuan yang mendidik generasi penerus dan berkarya secara nyata.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan Mars ‘Aisyiyah tidak dapat dipisahkan dari lagu Sang Surya. Keduanya merupakan satu kesatuan proses yang saling mengisi dan melengkapi, di mana lagu Sang Surya berfokus pada penguatan tauhid, sementara Mars ‘Aisyiyah berorientasi pada gerakan perjuangan.
"Jadi setelah tauhidnya kuat di dalam lagu Sang Surya, kemudian berjuang 'Aisyiyah. Bahwa perempuan itu tiang negara," ujar Muhadjir saat memberikan tausiyah dalam Tabligh Akbar 114 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PCM Sukolilo, Kota Surabaya, Sabtu (31/10).
Ia menambahkan bahwa perpaduan kedua lagu tersebut merefleksikan keseimbangan antara nilai-nilai keislaman dan semangat nasionalisme. Prinsip ini pulalah yang melandasi pergerakan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah secara beriringan.
Oleh karena itu, Muhadjir menegaskan bahwa di lingkungan Muhammadiyah tidak ada pandangan yang menganggap laki-laki lebih utama dibandingkan perempuan. Kesempatan untuk berbuat kebajikan, beramal saleh, dan menjalankan peran sosial terbuka lebar tanpa membedakan jenis kelamin.
Hal ini sejalan dengan ajaran Islam, di mana tinggi rendahnya derajat seorang manusia di hadapan Allah Swt tidak dinilai dari jenis kelaminnya, melainkan dari tingkat iman dan takwa yang dimilikinya.
