Majelis Tarjih PP Muhammadiyah Siapkan Lima Agenda Strategis dalam Munas XXXIII di UM Surabaya

BATURMU.COM, SURABAYA — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada 5–7 November 2026 mendatang. Forum nasional ini siap mendiskusikan lima materi keagamaan strategis demi merespons dinamika dan kebutuhan umat saat ini.
Peluncuran logo sekaligus pemaparan agenda Munas Tarjih XXXIII telah dilaksanakan di Gedung At-Ta’awun Tower Umsura pada Senin (12/10). Mengusung tema “Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan”, perhelatan ini dijadwalkan bakal dihadiri oleh utusan pengurus dan ulama Muhammadiyah dari seluruh pelosok Tanah Air, mulai dari Aceh hingga Papua.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustadi Hamsah, menjelaskan bahwa lima pokok bahasan utama dalam forum ini mencakup Fikih Lansia, Fikih Kedaulatan Pangan, penyempurnaan Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, Risalah Akhlak Islam Praktis, hingga pengembangan Himpunan Putusan Tarjih.
Fikih Lansia dirancang khusus untuk memberikan panduan pelaksanaan ibadah, perlindungan sosial, serta pemenuhan hak-hak kelompok lanjut usia. Sementara itu, Fikih Kedaulatan Pangan menaruh perhatian pada kemandirian pangan nasional, perlindungan petani dan nelayan, keadilan distribusi pangan, hingga pemanfaatan teknologi yang beretika.
“Kami berikhtiar agar Majelis Tarjih terus melahirkan keputusan keagamaan yang mencerahkan, adaptif terhadap sains, serta menawarkan solusi nyata bagi problem masyarakat,” ujar Ustadi.
Mengenai Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, pembahasan difokuskan pada penyempurnaan rumusan akidah. Adapun Risalah Akhlak Islam Praktis disiapkan guna menjawab tantangan perilaku dan interaksi sosial masyarakat modern, termasuk dinamika di ruang digital. Selain itu, pengembangan Himpunan Putusan Tarjih mencakup peninjauan kembali sejumlah persoalan hukum Islam, salah satunya hukum tawb.
Di luar sidang persidangan utama, Rangkaian Munas XXXIII juga bakal diisi oleh dua seminar nasional yang mengupas kedaulatan pangan berbasis nilai Islam serta revitalisasi Manhaj Tarjih dengan menelaah warisan pemikiran K.H. Mas Mansur. Para peserta juga dijadwalkan mengikuti kegiatan Muhammadiyah Heritage Walk untuk menelusuri rekam jejak perjuangan K.H. Mas Mansur di Surabaya.
Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menegaskan kesiapan penuh pihak kampus untuk menjadi tuan rumah Munas Tarjih XXXIII. Berbagai persiapan terus dimaksimalkan, mulai dari sarana persidangan, infrastruktur teknologi informasi, hingga layanan bagi para peserta.
“Penyelenggaraan Munas di lingkungan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk mempertemukan pandangan ulama, akademisi, peneliti, dan mahasiswa,” tutur Mundakir.
Ia berharap pertemuan akbar ini dapat menjadi ruang dialog lintas disiplin ilmu yang melahirkan rumusan pemikiran Islam berbobot serta berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.
