Persiapkan Generasi Emas, Abdul Mu'ti Tekankan Budaya Riset dan Berpikir Kritis dalam Pendidikan

BATURMU.COM, SIDOARJO — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan masa depan tidak boleh sekadar berfokus pada penguasaan materi akademik. Lebih dari itu, sistem pendidikan harus mampu menumbuhkan daya pikir kritis, kreativitas, budaya riset, serta keterampilan hidup pada diri peserta didik demi menghadapi berbagai tantangan zaman.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan studium generale di Aula Lantai 6 SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya penguatan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk menciptakan proses pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga menekankan bahwa keberadaan fasilitas gedung sekolah yang megah hendaknya menjadi pemantik optimisme dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pembangunan sarana fisik harus berjalan selaras dengan peningkatan mutu pendidiknya agar mampu mencetak generasi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam proses peningkatan mutu tersebut, guru dan kepala sekolah memegang peranan yang sangat strategis melalui pengembangan kompetensi serta pelatihan profesional yang berkesinambungan.
“Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi, tetapi juga perlu membangun budaya belajar, mendorong inovasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan potensi peserta didik,” terang Mu’ti.
Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan sejatinya dapat diawali dari hal-hal sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari melalui pendekatan ilmiah. Ia kemudian mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 26, yang memberikan perumpamaan tentang nyamuk atau ciptaan yang lebih kecil darinya sebagai ajakan bagi manusia untuk merenung dan belajar.
“Melalui akal yang dianugerahkan Allah, manusia dapat berpikir, mengamati, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mencari solusi atas berbagai persoalan. Karena itu, pendidikan perlu mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga berani bertanya, melakukan pengamatan, dan menemukan jawaban melalui proses berpikir kritis,” pungkasnya.
