Kapolri Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Berantas Narkoba dan Cegah Hoaks

BATURMU.COM, JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat untuk mempererat sinergi dalam memberantas peredaran narkoba, menangkal hoaks, serta merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai menunaikan salat Zuhur berjamaah di Masjid At-Tanwir, Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Rabu (28/7).
Dalam momentum tersebut, Suyudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kerja sama yang terus terjalin antara PP Muhammadiyah dan kepolisian di berbagai tingkatan, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat merupakan pilar utama dalam menciptakan situasi nasional yang aman dan kondusif.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan merajut kamtibmas selama ini. Mari kita lanjutkan," ujar Suyudi.
Selain fokus pada keamanan fisik, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di era digital. Ia menyoroti maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), fitnah, dan ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa. Suyudi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan selalu memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya.
"Dulu istilahnya mulutmu harimaumu. Sekarang jarimu juga bisa menjadi harimaumu," tuturnya.
Ia juga mengajak para ulama, tokoh masyarakat, dan lingkungan keluarga untuk terus membangun pola komunikasi yang santun serta saling mengingatkan dalam kebaikan.
Terkait penanganan zat terlarang, Suyudi menegaskan bahwa peredaran narkotika dan minuman keras menjadi pemicu utama munculnya berbagai tindakan kriminal, mulai dari kejahatan jalanan, perampokan, tawuran, hingga pembunuhan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak takut melapor jika menemukan indikasi peredaran narkoba maupun pihak yang membentenginya. Kepolisian berjanji akan melakukan penindakan tegas tanpa pandang bulu, termasuk jika ada oknum anggota Polri yang terlibat.
"Kalau ada informasi-informasi yang tadi saya sampaikan, jangan pernah kecil hati, jangan pernah ragu, laporkan, adukan," tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolri mendorong Muhammadiyah untuk terus menguatkan semangat amar makruf nahi mungkar melalui kemitraan strategis antara Polri, ulama, umara, dan warga. Upaya ini penting demi menciptakan lingkungan sosial yang aman bagi generasi penerus sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
"Kalau kita bisa memberantas bersama-sama tanpa pandang bulu, yakinlah 2045 Indonesia Emas akan terwujud. Tapi kalau sebaliknya kita tidak bersatu padu, maka 2045 Indonesia akan cemas. Kita memilih mana, mau Emas atau Cemas?" pungkas Suyudi.
Melalui pertemuan ini, Kapolri berharap hubungan sinergis antara Polri dan Muhammadiyah dapat terus diperkokoh, tidak hanya dalam mengawal ketertiban umum, tetapi juga dalam mencetak masyarakat yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
