Kabar Persyarikatan

Dorong Ketahanan Keuangan Muhammadiyah, PP Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kemitraan Bisnis

Redaksi Baturmu
26 Oktober 20264 Menit
Dorong Ketahanan Keuangan Muhammadiyah, PP Muhammadiyah Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kemitraan Bisnis

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menekankan pentingnya transformasi pengelolaan ekonomi dan industri kreatif untuk menjaga ketahanan keuangan organisasi di masa depan. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat besarnya potensi bisnis yang dimiliki oleh warga maupun lembaga di lingkungan persyarikatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hilman saat menghadiri Forum Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah bertema “Merajut Kolaborasi, Menggerakkan Potensi, Menuju Parekraf Berkemajuan”. Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah ini berlangsung di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Yogyakarta, pada Minggu (25/10).

Dalam pemaparannya, Hilman mengimbau agar para pelaku usaha di Muhammadiyah tidak selalu berfokus pada kepemilikan penuh (full ownership), karena model tersebut cenderung memperlambat ekspansi bisnis. Sebaliknya, ia mendorong penguatan skema kemitraan strategis sebagai solusi mendorong pertumbuhan industri kreatif.

"Kegiatan ekonomi ini sejatinya untuk menyejahterakan warganya dan menyejahterakan lembaganya. Kita sebenarnya mazhab bisnisnya full ownership harus milik kita semua, dan itu pasti lambat perkembangannya. Tidak semuanya harus full ownership, tapi sinergi. Nah, inilah satu contoh bagaimana sebetulnya industri kreatif itu bisa kita bangun," ujar Hilman.

Ia memaparkan berbagai peluang bisnis yang sangat potensial untuk digarap, mulai dari sektor pariwisata Haji dan Umrah, ekspor bumbu rempah khas Indonesia, hingga sektor perikanan. Mengingat kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, warga Muhammadiyah diharapkan mampu mengelola sektor-sektor strategis ini secara profesional, kreatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam berkemajuan.

Pandangan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir, setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan sejarah dan kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata menarik. Hilman menambahkan bahwa sektor pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus ditopang oleh industri kreatif sebagai penyokong utama guna menciptakan ekosistem ekonomi yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Menutup arahannya, Hilman meminta LPEK PP Muhammadiyah untuk segera merumuskan pedoman organisasi serta peta jalan (roadmap) yang jelas. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan legalitas hukum yang kuat agar badan usaha milik organisasi dapat bersinergi secara efektif dengan bisnis milik warga persyarikatan.

"Buatlah badan hukum yang clear dan sinergi harus diimbangi. Mudah-mudahan ada PT-PT yang menjadi unggulan, baik milik persyarikatan Muhammadiyah yang dapat bekerja sama dengan bisnis milik warga persyarikatan Muhammadiyah yang sudah berjalan," pungkasnya.
Bagikan berita ini: