Terapkan Ajaran Islam Secara Utuh, PP Muhammadiyah Dorong Terwujudnya Generasi Unggul

BATURMU.COM, BANTUL — Agama Islam memuat pedoman hidup yang mencerahkan bagi keselamatan dunia dan akhirat. Meski demikian, dalam kenyataannya kerap terjadi kesenjangan karena sebagian umat Islam belum sepenuhnya mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, saat memberikan tausiyah dalam acara Tabligh Akbar Ahad Pon Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PCM/PCA) se-Banguntapan Selatan Utara di Lapangan Jambidan, Bantul, Minggu (18/10).
Agus menegaskan bahwa pengamalan ajaran Islam secara nyata akan memberikan dampak positif yang besar, baik untuk pribadi maupun kemajuan bangsa. Sebab, nilai-nilai Islam sangat luhur dan secara tegas melarang perbuatan tercela, seperti korupsi.
“Ada orang Islam tertangkap karena korupsi, jelaslah hal itu, Islam tidak menghendaki laku demikian karena korupsi merupakan pelanggaran terhadap amanah. Orang beriman harus menjaga amanah dan berlaku jujur,” ujar Agus.
Selain nilai kejujuran, Agus juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan memperbanyak keramahan sebagai bagian dari cerminan keluhuran akhlak seorang muslim.
“Karena itu, umat Islam perlu menunjukkan akhlak yang mencerahkan agar Islam benar-benar dirasakan sebagai rahmat dan kebaikan,” ucapnya.
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa sejak awal didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah berkomitmen untuk mengamalkan ajaran Islam guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya melalui penguatan gerakan ilmu dan pendirian amal usaha pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengutip pemikiran Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1968–1990, AR Fakhruddin atau Pak AR, mengenai tiga pilar generasi unggul yang diikhtiarkan Muhammadiyah.
Pilar pertama adalah keunggulan dalam moral dan spiritual. Agus menilai, keteguhan moral dan spiritual menjadi benteng agar ilmu pengetahuan yang dimiliki tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif.
Pilar kedua adalah keunggulan intelektual. Hal ini terbukti dari banyaknya pelajar di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berhasil mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Anak-anak kita yang ahli matematika pulang dengan membawa berbagai medali. Mereka pintar-pintar. Ini menunjukkan bahwa anak-anak sekolah Muhammadiyah unggul secara intelektual,” ungkap Agus.
Adapun pilar ketiga adalah keunggulan dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kombinasi keunggulan moral, spiritual, dan intelektual secara otomatis akan membentuk karakter generasi muda yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Karena sudah dilandasi keunggulan moral-spiritual dan intelektual, dalam menjalankan peran sosial pun mereka akan baik. Inilah yang harus terus dikembangkan,” pungkasnya.
