Kabar Persyarikatan

Syarikat Islam dan Kemenkop Apresiasi Muhammadiyah sebagai Inspirasi Tata Kelola dan Pemberdayaan Umat

Redaksi Baturmu
19 Oktober 20265 Menit
Syarikat Islam dan Kemenkop Apresiasi Muhammadiyah Sebagai Inspirasi Tata Kelola dan Pemberdayaan Umat

BATURMU.COM, SURABAYA — Pengalaman Muhammadiyah dalam membangun tata kelola organisasi dan lembaga pendidikan menjadi contoh penting bagi organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menilai bahwa penguatan sistem dan kelembagaan merupakan kunci utama agar potensi organisasi dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hamdan dalam acara Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (18/10).

Hamdan menjelaskan, Syarikat Islam saat ini mengelola sejumlah lembaga pendidikan dan perguruan tinggi di berbagai wilayah. Kendati demikian, tata kelola lembaga-lembaga tersebut masih memerlukan pembenahan mendalam agar perkembangannya bisa lebih maksimal.

"Karena itu kita harus banyak belajar dari Muhammadiyah. Jadi prinsip utamanya adalah sistem yang kita bangun, bukan orang per orang," ujar Hamdan.

Selain pentingnya tata kelola kelembagaan, Hamdan menggarisbawahi perlunya penguatan ukhuwah Islamiyah antarelemen umat. Menurutnya, kebersamaan antarorganisasi Islam jangan hanya hadir saat menghadapi masalah, melainkan harus menjadi penggerak kemajuan bersama.

"Memang selama ini ukhuwah itu kita jadikan seperti air karena itu jadi pemadam kebakaran. Ada masalah, baru ukhuwah. Selama ini kan ada ribut baru kita ketemu. Ukhuwah sebagai pemadam kebakaran, saya sering sampaikan begitu. Karena itu tadi menarik, ukhuwah jangan hanya sampai sebagai pemadam kebakaran, tapi menjadi energi, energi mesin untuk maju bersama," tuturnya.

Ia berharap dialog dan komunikasi yang intensif antara Muhammadiyah, Syarikat Islam, Nahdlatul Ulama, serta ormas Islam lainnya dapat terus terjalin demi mendorong kolaborasi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi dari Kementerian Koperasi

Senada dengan Hamdan, Menteri Koperasi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, turut memberikan apresiasi atas capaian Muhammadiyah. Ia menyebut rekam jejak Muhammadiyah dalam bidang sosial dan ekonomi sebagai kebanggaan seluruh umat Islam di Indonesia.

"Ini menjadi kebanggaan bukan hanya milik Muhammadiyah tapi juga milik umat Islam kita semua," ungkap Ferry.

Ferry menambahkan bahwa Kementerian Koperasi merasa perlu menimba ilmu dari pengalaman Muhammadiyah dalam membangun gerakan ekonomi berbasis komunitas. Pemerintah saat ini memberikan ruang yang luas bagi organisasi masyarakat Islam untuk berpartisipasi dalam penguatan ekonomi rakyat.

"Kementerian Koperasi sekarang merasa perlu selain belajar dari Muhammadiyah, tapi kita juga saya ingin menyampaikan ini kesempatan besar bagi organisasi Islam, bagi umat Islam untuk memanfaatkan karena sekarang sudah punya kesempatan yang dibuka oleh pemerintah," jelasnya.

Dorongan Pemberdayaan Berbasis Masjid dan Komunitas

Menanggapi pandangan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam program pemberdayaan. Menurut Haedar, fungsi masjid perlu dioptimalkan tidak hanya sebagai sarana ibadah ritual, tetapi juga pusat solidaritas sosial dan ekonomi warga sekitar tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Haedar mencontohkan rekam jejak Muhammadiyah dalam mengimplementasikan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah, yaitu konsep pengorganisasian warga dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu secara terstruktur dan melembaga.

Meskipun Muhammadiyah telah memiliki pondasi yang kuat di sektor pendidikan dan kesehatan, Haedar sepakat bahwa penguatan sektor ekonomi kerakyatan dan koperasi menjadi agenda strategis selanjutnya yang harus terus dikembangkan.

"Nah apa yang disampaikan Pak Menteri saya pikir pengembangan ekonomi kerakyatan, koperasi itu yang paling realistis untuk dikembangkan. Tinggal jaringannya yang harus semakin melembaga begitu," tegas Haedar.

Forum dialog ini diharapkan dapat mempererat sinergi dan pertukaran gagasan antarorganisasi Islam di Indonesia, khususnya dalam aspek tata kelola organisasi, pengelolaan pendidikan, serta pengembangan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Bagikan berita ini: