Kabar Persyarikatan

Siswa Sekolah Muhammadiyah Sabet Medali di Ajang IMSO Ke-23

Redaksi Baturmu
7 Oktober 20263 Menit
Siswa Sekolah Muhammadiyah Sabet Medali di Ajang IMSO ke-23

BATURMU.COM, DEPOK — Perwakilan siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah berhasil mengukir prestasi membanggakan pada ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23. Pengumuman raihan medali tersebut disampaikan dalam acara penutupan yang berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10).

IMSO merupakan kompetisi berskala internasional yang diikuti oleh perwakilan dari 23 negara. Perhelatan tahunan ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI serta Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menyambut baik capaian para peserta. Menurutnya, keberhasilan para siswa ini menjadi pendorong utama bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membuktikan bahwa sekolah Muhammadiyah mampu bersaing di kancah internasional.

“IMSO 23 ini harus menjadi momen kebangkitan pendidikan Muhammadiyah. Sekolah-sekolah lain sudah maju, kita tidak boleh tertinggal,” ujar Didik.

Dalam ajang tersebut, sebanyak sembilan siswa Muhammadiyah sukses memboyong medali perak dan perunggu. Empat medali perak di bidang IPA diraih oleh Ammar Syafi Asyrofi Yusa (SDIT Muhammadiyah Gunung Terang), Afiqah Rania Putri Meridianto dan Muhammad Al Fatih Idris Atmaputera (SD Muhammadiyah 4 Surabaya), serta Farla Shidqia Ghani (SD Muhammadiyah Metro Pusat Lampung).

Sementara itu, perolehan medali perunggu di bidang IPA disumbangkan oleh Tsurayya Ayoedya Nurmagupita (SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus) dan Ghazwan Al Hussary Pasaribu (SD Muhammadiyah Condongcatur). Adapun medali perunggu di bidang Matematika diraih oleh Attharizz Mibras Dirgham Andioko (SD Muhammadiyah Metro Pusat), Luthfan Maulana (SD Muhammadiyah 10 Banjarmasin), serta Salsabila Putri Sari (SD Muhammadiyah Sapen).

Menatap kompetisi tahun depan, Didik mengimbau seluruh sekolah Muhammadiyah untuk melakukan persiapan sejak dini. Ia berkomitmen mengawal proses pendampingan agar semakin banyak siswa Muhammadiyah yang terlibat dan meraih kejuaraan.

“Termasuk untuk tahun depan, kami menghimbau kepada sekolah-sekolah, mari kita motivasi anak-anak kita, kita sadarkan orang tuanya. Perlu latihan berbulan-bulan untuk bisa masuk IMSO,” imbuh Didik.

Untuk dapat berlaga di IMSO ke-23, para peserta harus melalui persaingan ketat, baik dengan menembus seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional, maupun melalui jalur prestasi sebagai peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Bagikan berita ini: