Kabar Persyarikatan

Sambut Indonesia Emas 2045, Muhammadiyah Dorong Terobosan dan Sinergi Pendidikan Nasional

Redaksi Baturmu
21 Oktober 20263 Menit
Sambut Indonesia Emas 2045, Muhammadiyah Dorong Terobosan dan Sinergi Pendidikan Nasional

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan terobosan strategis di dunia pendidikan demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa langkah-langkah biasa tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan satu abad kemerdekaan Indonesia.

Menurut Haedar, pilar utama menuju Indonesia Emas tidak hanya bertumpu pada perekonomian yang kokoh, tetapi juga pada keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang mandiri, berkualitas, dan berdaya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 31 UUD 1945 tentang pendidikan nasional.

Ia menekankan pentingnya inovasi dan percepatan dalam membangun mutu pendidikan nasional agar mampu mencetak SDM yang unggul.

“Maka dari itu, kita tidak bisa berjalan landai dalam menyongsong Indonesia yang maju. Perlu ada terobosan-terobosan di bidang pendidikan karena pendidikan adalah kunci pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan pendidikan menjadi pilar strategis kemajuan bangsa,” ujar Haedar, Rabu (21/10).

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa pengembangan mutu sekolah tidak boleh berhenti pada raihan akreditasi semata. Muhammadiyah menaruh perhatian besar pada pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, berilmu, serta mampu bersaing secara sejajar di tingkat global.

“Di situlah konsen Muhammadiyah. Artinya, Muhammadiyah sedang konsen kepada investasi di sektor pendidikan. Jadi kita ingin semakin banyak sekolah Muhammadiyah yang bertaraf Internasional,” tegasnya.

Selain fokus meningkatkan mutu institusi menuju taraf internasional, Muhammadiyah juga tetap memprioritaskan pembenahan sekolah-sekolah yang masih membutuhkan bantuan dan dorongan untuk berkembang. Haedar mengimbau seluruh elemen bangsa, baik institusi pendidikan negeri maupun swasta, untuk saling bersinergi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Artinya tidak berjalan sendiri. Sekarang ini harus satu atap dalam membangun strategi pendidikan di Indonesia. Mau negeri, mau swasta harus menjadi pilar, satu kesatuan untuk Indonesia maju, Indonesia emas yang sejalan dengan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.
Bagikan berita ini: