Kabar Persyarikatan

PP Muhammadiyah Minta Kepala Madrasah Tampil Percaya Diri dan Berani Berinovasi

Redaksi Baturmu
17 Oktober 20264 Menit
PP Muhammadiyah Minta Kepala Madrasah Tampil Percaya Diri dan Berani Berinovasi

BATURMU.COM, KARANGANYAR — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menekankan pentingnya peran kepala madrasah dalam membawa lembaga pendidikan Islam ke arah yang semakin maju dan unggul. Kepala madrasah dituntut untuk tidak sekadar menjalankan tugas administratif rutin, melainkan harus memiliki visi jangka panjang serta keberanian berinovasi tanpa melupakan nilai-nilai Islam dan kepribadian Muhammadiyah.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, dalam pembukaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah ke-2 yang berlangsung di Karanganyar pada Jumat (17/10). Program yang digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PP Muhammadiyah ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala madrasah dari jenjang RA/BA, MI, MTs, hingga MA.

Dalam pengarahannya, Irwan menegaskan bahwa sekolah umum dan madrasah pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan mutu pendidikan. Ia pun mengibaratkan peran kepala madrasah seperti nakhoda kapal pinisi yang harus tanggap membaca situasi, adaptif terhadap perubahan, serta terampil menentukan arah perjalanan.

Oleh karena itu, Irwan mengingatkan para kepala madrasah agar membuang jauh rasa rendah diri saat dibandingkan dengan sekolah umum. Menurutnya, di berbagai daerah, madrasah justru mampu membuktikan keunggulannya.

“Jangan sampai muncul perasaan minder hanya karena kita memimpin madrasah, bukan sekolah. Kalau perasaan itu terus dipelihara, jangan berharap akan ada perubahan,” tegas Irwan.

Ia juga mendorong pimpinan madrasah untuk memiliki visi jauh ke depan dan bekerja keras pantang menyerah. Ia mencontohkan perjalanan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang pada awal berdirinya sempat dipandang sebelah mata, tetapi kini telah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang sangat diperhitungkan.

“Tugas kita adalah bagaimana mengubah anak-anak yang semula seperti pasir menjadi mutiara. Prosesnya memang tidak mudah, tetapi bisa dilakukan kalau kita memiliki semangat untuk itu,” tutur Irwan.

Irwan menceritakan pengalamannya saat membangun sekolah dalam kondisi yang serba terbatas, mulai dari belum adanya gedung, keterbatasan tenaga pendidik, hingga minimnya modal. Namun, melalui ketekunan memanfaatkan fasilitas seadanya dan membuka pendaftaran secara bertahap, sekolah tersebut kini tumbuh pesat dan berhasil melahirkan lulusan yang melanjutkan studi ke luar negeri.

Bagi Irwan, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti. Dengan ketulusan dan kerja nyata, berbagai hambatan justru dapat diubah menjadi peluang.

“Hilangkan keluhan, hadirkan ketulusan. Ketulusan harus disertai kerja nyata,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Iwan Junaedi, turut mengajak para kepala madrasah untuk berani melakukan terobosan. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI ini mengingatkan agar pelatihan Diksuskamad memberikan dampak langsung pada kualitas madrasah.

“Setelah Diksuskamad ini harus segera melakukan rencana tindak lanjut dari yang sudah disiapkan di Diksuskamad ini. Apa yang menjadi prioritas di tahun 2026 ini sehingga kemudian dapat menjadikan madrasah Muhammadiyah kita unggul dan berkemajuan,” ujar Iwan.
Bagikan berita ini: