Muhammadiyah Resmikan Mentari Mart Ke-8 dan Mulai Pembangunan Kampus II UM Jambi

BATURMU.COM, JAMBI — Persyarikatan Muhammadiyah melalui Majelis Ekonomi dan Bisnis (MEB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan gerai Mentari Mart kedelapan yang berlokasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), Jumat (16/10). Acara penguatan pilar ekonomi ini dilaksanakan berbarengan dengan peletakan batu pertama pembangunan Kampus II UM Jambi.
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, berharap penetrasi jaringan Mentari Mart di Provinsi Jambi dapat terus diperluas secara masif. Ia menargetkan sedikitnya 50 gerai ritel Muhammadiyah dapat terbangun dan beroperasi di berbagai wilayah di Jambi.
Muhadjir menekankan bahwa penambahan gerai Mentari Mart bukan sekadar memperbanyak toko fisik. Lebih dari itu, agenda ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi terpadu yang menghubungkan rantai distribusi logistik, pemasaran produk lokal, pemberdayaan UMKM, hingga penyediaan lapangan kerja baru.
“Ada pepatah Arab yang saya senangi. Apa yang terjadi hari ini adalah impian kemarin. Tugas kita hari ini adalah membangun impian hari esok,” ujar Muhadjir.
Menurutnya, rekam jejak panjang Muhammadiyah membuktikan bahwa cita-cita besar selalu dapat diwujudkan melalui konsistensi dan kerja keras. Keberhasilan yang dinikmati organisasi saat ini merupakan buah dari impian serta perjuangan para pendiri terdahulu, termasuk KH Ahmad Dahlan.
“Tidak ada mimpi yang tidak jadi kenyataan di Muhammadiyah. Ini dulu mimpinya Kiai Dahlan, sekarang Muhammadiyah dapat seperti ini. Maka, tugas kita sekarang adalah membangun impian bagaimana Muhammadiyah untuk hari esok,” lanjutnya.
Selain perluasan gerai, Muhadjir juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola bisnis yang inklusif dengan melibatkan berbagai elemen organisasi, termasuk 'Aisyiyah. Sinergi antar-unsur Persyarikatan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha. Ia mengibaratkan dinamika Muhammadiyah seperti pelari maraton yang mengandalkan ketahanan fisik dan pengaturan ritme, bukan sekadar kecepatan jangka pendek.
“Muhammadiyah itu ibarat pelari, bukan sprinter, tetapi maraton. Memang larinya tidak cepat, tetapi bisa ratusan tahun bertahan karena Muhammadiyah sudah punya pengalaman bagaimana mengatur pernapasan. Mengetahui kapan mempercepat lari dan kapan harus memperlambat jalan sambil mengatur napas, kemudian nanti lari lagi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MEB PP Muhammadiyah, M. Zainal Fatah, menjelaskan bahwa penguatan sektor bisnis merupakan amanat penting dari Muktamar Muhammadiyah. Upaya ini diwujudkan lewat modernisasi badan usaha organisasi berbasis tata kelola yang profesional, akuntabel, dan transparan.
Zainal menambahkan, pengembangan Mentari Mart dirancang untuk membentuk rantai bisnis yang saling terhubung, salah satunya melalui rencana pembangunan pusat distribusi atau distribution center.
“Oleh karena itu, kita sengaja membangun ekosistem ritel. Bukan hanya mendirikan toko, tetapi kita juga bermimpi membangun distribution center yang nantinya bisa berskala nasional maupun dikerjakan secara mandiri,” kata Zainal.
Di samping penguatan ekonomi, komitmen Muhammadiyah pada pilar pendidikan ditunjukkan melalui peletakan batu pertama Kampus II UM Jambi. Langkah ekspansi ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas tampung serta mutu layanan pendidikan tinggi. Rektor UM Jambi, Hendra Kurniawan, menyampaikan bahwa Kampus II tersebut akan berdiri di atas lahan seluas lima hektare.
Peresmian gerai Mentari Mart ke-8 dan dimulainya pembangunan Kampus II UM Jambi menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memajukan sektor ekonomi dan pendidikan secara seimbang, demi mewujudkan kemandirian bangsa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
