PP Muhammadiyah Dorong Pemerataan Guru Besar untuk Perkuat Daya Saing PTMA

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus mendorong pemerataan jumlah dan peran guru besar di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Langkah ini diambil guna memperkuat daya saing institusi serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan persyarikatan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan hal tersebut dalam Forum Komunikasi Guru Besar PTMA Tahun 2026 yang digelar di UMY Student Dormitory, Jumat (9/10). Ia menegaskan bahwa keberadaan guru besar memang menjadi salah satu indikator penilaian administratif kampus. Namun, pertumbuhan jumlahnya harus berbanding lurus dengan kemajuan perguruan tinggi tempat mereka mengabdi.
Haedar mengingatkan agar penambahan jumlah profesor tidak sampai menjadi hal yang kontraproduktif bagi perkembangan kampus.
“Semakin banyak jumlah guru besar, tapi tidak semakin menambah kemajuan universitasnya, maka forum ini harus bisa mengeliminasi,” tegas Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menekankan agar para guru besar tidak bersikap eksklusif. Sebagai sosok yang dipandang publik sebagai akademisi senior, para profesor diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat sekitar.
“Di situlah fungsi guru besar menjadi sumber inspirasi untuk membangun bangsa,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Nurmandi, mengusulkan agar pendampingan bagi calon guru besar di PTMA dilakukan secara Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Ia menilai, meskipun program percepatan guru besar sudah berjalan, skema tersebut belum menjangkau seluruh kampus Muhammadiyah secara merata.
“Jadi, harapan saya dengan adanya MU (Muhammadiyah United), itu nanti bisa TSM. Jadi, kita membantu teman-teman yang sudah Lektor Kepala tetapi ekosistemnya tidak mendukung,” ujar Nurmandi.
Sementara itu, Ketua Panitia Forum, Sidik Jatmika, membeberkan bahwa dari total 165 PTMA yang ada saat ini, sebanyak 117 kampus belum memiliki guru besar. Saat ini, baru ada sekitar 500 guru besar yang terdistribusi di 48 PTMA.
Sidik berharap keberadaan 500 guru besar yang ada dapat dioptimalisasikan untuk mendampingi PTMA lain, sehingga percepatan melahirkan guru besar baru di seluruh kampus Muhammadiyah dapat terwujud.
