Perkuat Kerja Sama, Kuwait Sambut Rencana Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah

BATURMU.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kuwait terus mempererat hubungan kemitraan strategis di berbagai bidang, meliputi pendidikan, dakwah, kesehatan, hingga kemanusiaan. Dalam pertemuan terbaru, Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, H.E. Khalid Jassim Alyassin, memberikan respons positif terhadap peluang kerja sama pembangunan rumah sakit baru.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam silaturahmi yang berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/10). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Agung Danarto, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa jalinan silaturahmi antara Muhammadiyah dan Kuwait telah terbangun harmonis selama kurun waktu 20 hingga 30 tahun. Selama rentang waktu tersebut, Kuwait kerap memberikan dukungan nyata bagi kegiatan dakwah di tanah air, khususnya dalam pembangunan tempat ibadah dan lembaga pendidikan.
“Kuwait sudah mengenal Muhammadiyah. Selama 20–30 tahun, Muhammadiyah dan Kuwait telah menjalin kerja sama. Kuwait banyak membantu Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan pendidikan,” ujar Haedar.
Pada audiensi kali ini, Muhammadiyah mendorong perluasan sinergi ke sektor pelayanan kesehatan. Salah satu gagasan utama yang ditawarkan adalah pembangunan rumah sakit, di mana Muhammadiyah siap menyediakan lahan. Salah satu opsi lokasi yang sempat mengemuka dalam pembahasan tersebut berada di wilayah Bekasi.
Gagasan ini mendapat respons hangat dari Duta Besar Kuwait, yang kemudian meminta pihak Muhammadiyah menyiapkan dokumen proposal resmi untuk dipelajari dan dibahas lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait. Meski demikian, rencana proyek kesehatan ini masih berada pada tahap penjajakan awal dan belum menjadi keputusan final, baik terkait teknis pembangunan maupun skema pendanaannya.
Melalui penerjemah Muhammad Nahdi, Duta Besar Kuwait menyampaikan optimismenya agar sinergi dengan Muhammadiyah dapat terus diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya.
“Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih besar di kemudian hari. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan dunia. Kerja sama dapat dikembangkan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” kata Muhammad Nahdi saat menyampaikan pernyataan Duta Besar Kuwait.
Selain sektor kesehatan, Haedar Nashir juga menyampaikan keberadaan program pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa yang selama ini dijalankan Muhammadiyah di pelbagai daerah. Program ini dinilai potensial menjadi ruang kolaborasi baru guna memperluas maslahat bagi masyarakat luas.
Melalui pertemuan ini, Muhammadiyah berharap kemitraan erat yang telah terjalin puluhan tahun bersama Kuwait dapat terus direalisasikan dalam bentuk program-program konkret yang memberi dampak nyata di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan.
