Kabar Persyarikatan

Perkokoh Ideologi Hingga Akar Rumput, Muhammadiyah Operasionalkan Rumah Kader

Redaksi Baturmu
26 Oktober 20264 Menit
Perkokoh Ideologi Hingga Akar Rumput, Muhammadiyah Operasionalkan Rumah Kader

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menggelar soft launching Rumah Kader pada Ahad (25/10). Keberadaan tempat ini diproyeksikan sebagai pusat pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat ideologi Kemuhammadiyahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader serta sumber daya insani dari berbagai latar belakang.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan bahwa Rumah Kader dihadirkan untuk memberikan wadah pembinaan yang lebih terarah dan sistematis, khususnya bagi kader di tingkat akar rumput.

“Di sini, di Rumah Kader ini, kita niatkan untuk kader-kader Muhammadiyah,” ujar Bachtiar.

Bachtiar menjelaskan bahwa keberlanjutan gerakan Muhammadiyah sangat bergantung pada proses perkaderan yang konsisten. Selama ini, pembinaan telah berlangsung melalui berbagai kegiatan seperti Baitul Arqam, pelatihan instruktur, dan pengajian. Hadirnya Rumah Kader diharapkan mampu membuat agenda-agenda tersebut berjalan lebih terstruktur dan rutin.

Salah satu program utama yang akan digulirkan secara berkala adalah Pengajian Ahad Pagi. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan pemahaman keislaman dan ideologi Persyarikatan, sekaligus mempererat silaturahmi antarkader.

“Rumah Kader ini harapannya kami ingin menyelenggarakan pengajian Ahad pagi secara rutin untuk membina kader-kader Muhammadiyah di akar rumput,” jelasnya.

Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh pimpinan Ranting dan Cabang Muhammadiyah setempat sebagai ruang bersama untuk diskusi, pengajian, maupun kegiatan lain yang menunjang penguatan organisasi.

Lebih lanjut, Bachtiar menekankan bahwa fokus pembinaan tidak terbatas pada pengurus atau aktivis yang berada dalam struktur organisasi. Muhammadiyah memiliki potensi besar berupa sumber daya insani yang tersebar di berbagai sektor profesional, mulai dari akademisi, birokrat, hingga pelaku dunia usaha.

Menurutnya, terdapat perbedaan cakupan antara pembinaan kader dan pembinaan sumber daya insani. Pembinaan kader lebih diarahkan kepada mereka yang aktif dalam struktur kepemimpinan dan aktivitas organisasi. Sementara itu, pembinaan sumber daya insani menyasar warga Muhammadiyah yang berkiprah di luar struktur formal organisasi.

Bachtiar membagikan pengalamannya saat mengisi pembinaan bagi kelompok profesional Muhammadiyah.

“Kemarin saya mengisi kegiatan pengajian hakim-hakim Muhammadiyah,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya penanaman nilai Kemuhammadiyahan secara meluas. Warga Muhammadiyah yang berkarier di luar struktur organisasi memiliki peran strategis untuk membawa dan mengamalkan nilai-nilai Persyarikatan di lingkungan kerja masing-masing.

Untuk menunjang pengembangan kompetensi tersebut, MPKSDI berencana mengandeng Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah (PusdiklatMu). Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan pelatihan-pelatihan profesional guna meningkatkan keterampilan dan profesionalisme kader.

Peluncuran ini menjadi awal dimulainya operasional Rumah Kader. Ke depan, tempat ini diharapkan menjadi simpul yang menghubungkan penguatan ideologi dengan pengembangan kapasitas seluruh elemen Muhammadiyah.

“Dengan ini, soft launching ini menandai aktivasi rumah yang ada di kompleks ini untuk menjadi Rumah Kader, untuk membina ideologi Muhammadiyah di akar rumput, kader-kader aktivis Muhammadiyah, serta kader Muhammadiyah yang berdiaspora,” pungkas Bachtiar.
Bagikan berita ini: