Pelajari Kerelawanan dan Pelayanan Sosial, Parlemen Bangsamoro Sambangi Muhammadiyah

BATURMU.COM, JAKARTA — Sebanyak 11 anggota delegasi Parlemen Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina Selatan, melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta pada Senin (2/11). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung pengalaman dan kontribusi Muhammadiyah dalam ranah pelayanan masyarakat.
Kedatangan rombongan delegasi Bangsamoro tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda studi banding (benchmarking) yang berlangsung selama beberapa hari di Jakarta.
Selain mengunjungi kantor pusat, para delegasi juga meninjau sejumlah lokasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih. Peninjauan ini dilakukan untuk menyaksikan langsung praktik pelayanan kesehatan dan sosial yang dijalankan Muhammadiyah.
Dalam forum diskusi, Yayah memaparkan kiprah panjang Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam mendorong transformasi sosial melalui ranah pendidikan, kesehatan, aksi kemanusiaan, serta gerakan kerelawanan.
“Para kader Muhammadiyah memberikan sumbangsih berupa dana, tenaga, pikiran, dan waktu untuk perbaikan komunitas,” ungkap Yayah.
Ia juga menjelaskan rekam jejak peran aktif Muhammadiyah dalam International Contact Group (ICG) sejak awal 2000-an. Keterlibatan tersebut menjadi wadah Muhammadiyah untuk mendukung proses perdamaian di Bangsamoro, Filipina Selatan, hingga terciptanya kesepakatan Comprehensive Agreement on the Bangsamoro pada tahun 2014.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Delegasi BARMM, Jehan Diron Alangca-Madid, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Muhammadiyah bagi masyarakat luas.
“Kami sangat terinspirasi dengan kontribusi luar biasa Muhammadiyah dalam pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Jehan.
Secara khusus, Jehan menyoroti nilai kerelawanan warga Muhammadiyah yang dinilainya menjadi fondasi utama dalam melayani sesama.
“Hal yang paling menarik bagi saya adalah semangat kerelawanan para anggota Muhammadiyah dalam melayani masyarakat,” tuturnya.
Jehan mengutarakan harapannya agar hubungan baik dan kerja sama antara Bangsamoro dengan Muhammadiyah dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi dan berbagai pertemuan mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Yayah menyambut positif gagasan kunjungan balasan serta pertukaran pengalaman antara kedua belah pihak sebagai momentum untuk saling menguatkan.
“Kita sama-sama belajar karena kita saudara serumpun dan diikat oleh satu kemanusiaan,” pungkas Yayah.
