Muhammadiyah dan Tokoh Muslim Senegal Jajaki Kolaborasi Pendidikan Hingga Lingkungan

BATURMU.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dari tokoh spiritual sekaligus pimpinan komunitas Muslim asal Senegal, Afrika Barat, Cheikh Baba Diallo. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan pelestarian lingkungan, sekaligus mempererat pertukaran nilai-nilai keislaman.
Rombongan delegasi Senegal tersebut diterima langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Rabu (28/10).
Dalam dialog tersebut, perwakilan Senegal memperkenalkan komunitas Liwaul Hamdi yang berpusat di Kaolack. Mereka juga memaparkan gerakan Solution Bay: Spirituality, sebuah inisiatif yang digagas untuk mendorong kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kehidupan yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
Perwakilan delegasi menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi dengan Muhammadiyah. Pihaknya menilai terdapat banyak kesamaan fokus gerakan, terutama pada pengembangan pendidikan, aksi sosial, sanitasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Muhammadiyah juga menjadi rujukan utama bagi komunitas Muslim Senegal tersebut karena rekam jejaknya yang teruji dalam mendirikan sekolah, mengelola lembaga pendidikan, serta menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal hubungan yang baik antara Muhammadiyah dan komunitas kami, Liwaul Hamdi. Kami ingin membangun hubungan yang kuat serta bertukar nilai-nilai spiritual dan keislaman,” ujar perwakilan delegasi Senegal.
Menanggapi hal itu, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni mengapresiasi konsep Solution Bay: Spirituality. Menurutnya, nilai-nilai spiritualitas merupakan fondasi universal yang dapat menggerakkan berbagai elemen untuk merawat kedamaian dan kelestarian bumi.
“Spiritualitas itu ada di berbagai agama dan karena itu seluruh agama berjuang bersama-sama untuk membangun tata kehidupan yang damai, kehidupan yang sejahtera, dan juga untuk menjaga lingkungan,” jelas Syafiq.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan hubungan antara Muhammadiyah dan komunitas Muslim di Senegal melalui pertukaran gagasan, pembangunan masyarakat, serta aksi kolaboratif dalam isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.
