Kabar Persyarikatan

MSA Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Pendanaan untuk Perluas Akses Beasiswa

Redaksi Baturmu
21 Oktober 20264 Menit
MSA Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Pendanaan untuk Perluas Akses Beasiswa

BATURMU.COM, JAKARTA — Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) terus mendorong kolaborasi aktif dengan berbagai pihak guna memperluas akses bantuan dana pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk membuka lebih banyak kesempatan beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) maupun masyarakat luas.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama MSA, Muhammad Taufiqurrahman, saat menjadi panelis dalam forum Global Scholarship Summit (GSS) 2026 bertajuk “Funding the Future: Connecting Capital, Institution, and Talents” di Jakarta, Kamis (15/10).

Forum eksklusif yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia (AJBI) ini mempertemukan penyedia dana global, unsur pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, dan perguruan tinggi. Keterlibatan MSA dalam dialog lintas sektor tersebut mengukuhkan perannya dalam memperkuat dan memperluas ekosistem beasiswa di Indonesia.

Dalam paparannya, Taufiqurrahman menekankan pentingnya merancang program beasiswa yang berorientasi pada tujuan serta dampak nyata bagi masyarakat.

“Merancang beasiswa perlu mempertimbangkan hasil yang ingin dicapai setelah penerima menyelesaikan program beasiswa,” ujar Taufiqurrahman.

Ia menjelaskan bahwa selain mengemban amanah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menyalurkan bantuan pendidikan, MSA juga bertindak sebagai perencana dan pengembang talenta khusus. Lingkup pengembangannya mencakup SDM di 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), berbagai unit AUM, serta 5.346 satuan pendidikan Muhammadiyah.

Pengembangan talenta ini tidak hanya terbatas pada jenjang akademik formal seperti S1, S2, dan S3, tetapi juga menjangkau pendidikan vokasi serta penguatan literasi kecerdasan buatan (AI). Sistem ini dirancang untuk menghubungkan antara talenta, pendidikan, pendanaan, dan pemanfaatan hasil di dunia kerja.

Untuk memperluas sumber pendanaan, Taufiqurrahman mendorong optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta.

Sebagai langkah konkret paska-forum, MSA menyiapkan dua rencana strategis, yaitu pengorganisasian skema pendanaan bersama dunia usaha dan pelembagaan akses informasi beasiswa yang lebih terintegrasi.

Mengenai kemudahan akses informasi, MSA menyambut baik kehadiran platform SatuBeasiswa yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Portal tersebut berfungsi menghubungkan para pencari beasiswa dengan lembaga penyedia beasiswa.

Wakil Menteri Diktisaintek, Stella Christie, mengungkapkan bahwa portal SatuBeasiswa dirancang untuk menjamin transparansi informasi publik sekaligus mempermudah penyedia dana mempublikasikan program beasiswanya.

“Melalui SatuBeasiswa, kami ingin memperlihatkan secara transparan kepada masyarakat bahwa kesempatan itu ada. Jangan sampai putus harapan,” kata Stella Christie.
Bagikan berita ini: