Kabar Persyarikatan

Ketua LDK PP Muhammadiyah Minta Pelajar Jadikan Ruang Digital Tempat Menebar Kebaikan

Redaksi Baturmu
23 Oktober 20263 Menit
Ketua LDK PP Muhammadiyah Minta Pelajar Jadikan Ruang Digital Tempat Menebar Kebaikan

BATURMU.COM, SURABAYA — Para pelajar yang erat kaitannya dengan kemajuan teknologi digital diimbau untuk aktif memproduksi konten-konten positif dan menyejukkan. Generasi muda diharapkan tidak sekadar mengejar kemenangan dalam permainan gim daring, melainkan juga harus mampu sukses menata masa depan mereka di dunia nyata.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muchamad Arifin, saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Digital Peace Creator yang berlangsung di Convention Hall Surabaya, Kamis (22/10). Acara ini dihadiri oleh 250 pelajar perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur ini bertujuan untuk mengasah literasi digital sekaligus memacu kreativitas para siswa dalam menyebarkan pesan perdamaian.

Dalam sesi materi bertajuk "Kreatif di Dunia Digital, Damai di Dunia Nyata", Arifin yang juga bertindak sebagai Instruktur Nasional Moderasi Beragama Kementerian Agama RI mengingatkan dampak buruk dari kecanduan gim online. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat mengganggu pola belajar, kesehatan, serta merusak masa depan jika tidak dikontrol dengan baik.

Selain itu, ia mengimbau generasi muda agar selalu waspada terhadap pergaulan serta interaksi mencurigakan di media sosial. Pelajar diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh konten-konten yang mengandung ujaran kebencian, berita bohong (hoaks), maupun ajakan kekerasan.

Merujuk pada pesan al-Qur'an dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Arifin menekankan pentingnya melakukan verifikasi atau tabayyun terhadap setiap informasi sebelum membagikannya. Setiap pelajar dinilai perlu memiliki kontrol diri dan rasa tanggung jawab atas semua konten yang mereka buat maupun sebarkan.

Arifin mendorong para peserta untuk memanfaatkan keahlian mereka dalam memproduksi karya-karya digital kreatif, seperti video pendek, poster, dan media edukatif lainnya. Konten tersebut diharapkan memuat pesan toleransi, nilai persahabatan, serta penolakan tegas terhadap segala bentuk radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

"Gunakan jempol untuk menyebarkan kebaikan, gunakan pikiran untuk menyaring informasi, dan gunakan kreativitas untuk merawat perdamaian. Jangan biarkan dunia digital merusak cita-cita dan masa depan kalian," pesan Arifin.

Melalui pelatihan ini, para duta pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor budaya berinternet yang sehat, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi agen pembawa semangat perdamaian di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Bagikan berita ini: