Gandeng Petrokimia Gresik, Muhammadiyah Siap Produksi 2.000 Ton Pupuk Petroganik untuk Kemandirian Pangan

BATURMU.COM, KULONPROGO — Muhammadiyah terus memperluas jangkauan dakwahnya ke sektor ekonomi dan bisnis strategis. Terbaru, organisasi ini bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik melalui PT Mentari Niaga Utama (MNU) untuk memproduksi pupuk Petroganik sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam acara tasyakuran atas terbitnya Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Petroganik PT MNU di Arjuna Lounge PT MNU, Sentolo, Kulonprogo.
Dalam sambutannya, Sayuti menegaskan bahwa konsep dakwah yang diusung Muhammadiyah tidak terbatas pada kegiatan keagamaan konvensional, melainkan juga mencakup upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dakwah itu maknanya sangat luas. Kalau rakyat sejahtera, itu sejatinya juga bagian dari dakwah,” ujar Sayuti.
Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Menurutnya, pengembangan usaha di bidang pupuk organik ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan kemandirian di sektor pertanian dan peternakan dalam negeri.
Sayuti menilai, Muhammadiyah harus berani mengambil peran di lini-lini yang belum banyak tersentuh, termasuk pengelolaan limbah peternakan menjadi produk bernilai guna.
“Oleh karena itu Muhammadiyah perlu masuk tidak hanya mengurusi pendidikan, masjid, kotoran hewan juga harus kita urus,” tegas Ketua Dewan Pengawas Dapen Syariah tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor pertanian dan perikanan Indonesia harus memiliki daya saing yang kuat. Kemampuan untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi kunci agar umat Islam dapat memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi kemanusiaan.
Mengolah kotoran hewan menjadi pupuk berkualitas, menurut Sayuti, merupakan ladang dakwah baru yang sangat menantang sekaligus strategis bagi ketahanan pangan nasional.
Guna merealisasikan amanah produksi sebanyak 2.000 ton pupuk Petroganik ini, Sayuti memohon dukungan dari berbagai pihak agar seluruh prosesnya dapat berjalan lancar. Ia memungkas dengan mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk sesuai dengan prinsip dasar Muhammadiyah.
“Di Muhammadiyah itu prinsipnya ihsan. Dalam hal ini, implementasinya pupuk itu harus bagus. Menyiapkan pupuk itu sama artinya dengan memberi makan perut banyak orang, yang insyaAllah menjadi amal saleh kita semua,” pungkasnya.
