Kisah Rahmat Simbolon, Wisudawan Kristen Sibermu yang Terinspirasi Hadis Nabi

BATURMU.COM, BANTUL — Nilai-nilai kebaikan dan ajaran untuk memberi manfaat bagi sesama dapat menginspirasi siapa saja tanpa memandang latar belakang agama. Hal inilah yang dirasakan oleh Rahmat Simbolon, seorang wisudawan penganut agama Kristen dari Universitas Siber Muhammadiyah (Sibermu). Ia mengaku terinspirasi oleh hadis Nabi Muhammad saw. tentang keutamaan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Inspirasi tersebut ia peroleh saat mengikuti mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) selama menempuh Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Sibermu. Bagi Rahmat, pembelajaran AIK memberikan banyak pencerahan dan perspektif positif dalam kehidupannya.
“Saya adalah nonmuslim, saya penganut Kristen. Selama kuliah, saya mendapat pencerahan di sini lewat mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ungkapnya dalam prosesi Milad ke-5 dan Wisuda ke-2 Universitas Siber Muhammadiyah, Kamis (22/10).
Rahmat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Muhammadiyah yang konsisten menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, nilai dasar dan semangat perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan terus hidup dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman melalui berbagai inovasi pembelajaran.
Ia menilai Muhammadiyah sangat terbuka dan memberikan kesempatan luas bagi siapa saja dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
“Yang dibawa oleh rumah besar Muhammadiyah ini adalah iman, ilmu, dan amal,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rahmat menegaskan bahwa pemahaman dan ilmu pengetahuan yang didapatkan selama masa perkuliahan tidak boleh berhenti sebagai wacana semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Ilmu harus berujung pada manfaat, seperti yang pernah saya dengar ketika kuliah, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.
Mewakili para wisudawan, Rahmat mengajak seluruh rekan alumni untuk mempraktikkan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan oleh kampus. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pembawa manfaat bagi publik tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Bahwa kampus ini telah mengajarkan kepada kita semua, bahwa kemajuan tanpa akhlak akan kehilangan arah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terobosan Muhammadiyah dalam mendirikan Sibermu sebagai perguruan tinggi berbasis sistem PJJ. Kehadiran kampus ini dinilai memberi jalan bagi anak bangsa yang memiliki keterbatasan geografis maupun waktu untuk tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Bagi Rahmat, pengalaman belajar di Sibermu menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk akhlak mulia dan dorongan moral untuk terus berkontribusi bagi sesama.
