Kabar Persyarikatan

Haedar Nashir Ajak Warga Muhammadiyah Manfaatkan ChatHPT untuk Akses Fatwa Tarjih

Redaksi Baturmu
6 November 20263 Menit
Haedar Nashir Ajak Warga Muhammadiyah Manfaatkan ChatHPT untuk Akses Fatwa Tarjih

BATURMU.COM, SURABAYA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk membiasakan diri memanfaatkan ChatHPT. Inovasi kecerdasan buatan (AI) ini hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses serta memahami khazanah keilmuan dan fatwa hukum Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Berbasis pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT), ChatHPT dirancang sebagai asisten digital yang mampu menyajikan berbagai keputusan, fatwa, dan rujukan keagamaan melalui format percakapan dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.

Pesan tersebut disampaikan Haedar usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Kamis (5/11). Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi ini agar umat terhindar dari kekeliruan dalam menjalankan ajaran agama.

“Karena itu nanti kepada seluruh anggota, pimpinan itu untuk akrab dengan ChatHPT, supaya tidak keliru dalam hal beragama atau mempraktikkan, mengamalkan ajaran agama agar tetap ar ruju ila qur’an wa sunnah dan ijtihad,” ujar Haedar.

Haedar turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang bekerja sama dengan LabMU dalam melahirkan inovasi digital ini. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk terobosan yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

“Ini luar biasa yang dilakukan Tarjih dan akan bisa meluas di masyarakat. Tinggal terus produktif disusun berbagai masalah, materi yang menjadi ranah Majelis Tarjih dan Tajdid. Terima kasih kepada programer yang membikin ini semuanya, ini amal jariyah,” ungkapnya.

Sebelum memberikan tanggapan, Haedar sempat mencoba langsung keandalan ChatHPT. Ia menilai aplikasi ini sangat praktis dan informatif karena mampu menampilkan data secara rinci, mulai dari pembahasan materi, kesimpulan, hingga rujukan sumber asli.

“Jadi sekarang makin mudah kalau ingin tahu keputusan, fatwa, sampai pada hal-hal yang menjadi agenda, menjadi masalah dalam keagamaan di bawah Majelis Tarjih dan Tajdid,” tutur Haedar.

Pengembangan ChatHPT merupakan hasil kolaborasi strategis antara Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), serta LabMU. Kehadiran platform ini diharapkan dapat merangkul generasi muda untuk lebih dekat dengan literasi keagamaan Muhammadiyah, sekaligus menumbuhkan budaya membaca dan bernalar kritis berbasis sumber yang sahih.

Bagikan berita ini: