Kabar Persyarikatan

Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Kemendikdasmen Bersinergi Dorong Pendidikan Lingkungan dan Kebinekaan di Sekolah

Redaksi Baturmu
30 Oktober 20264 Menit

BATURMU.COM, JAKARTA — Sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus merawat kebinekaan. Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam agenda silaturahmi antara jajaran pengurus Eco Bhinneka Muhammadiyah dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (28/10).

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, memaparkan berbagai program kolaboratif lintas iman yang digerakkan oleh kaum muda di sejumlah wilayah. Inisiatif tersebut mencakup edukasi lingkungan hidup, pengembangan wirausaha hijau, kampanye pelestarian alam, efisiensi dan transisi energi, hingga program pemberdayaan kelompok difabel.

Melalui deretan kegiatan ini, Eco Bhinneka mendorong anak muda lintas agama untuk berkolaborasi mengatasi krisis ekologis sembari membangun masyarakat yang inklusif dan saling menghargai.

“Kami ingin berbagi pembelajaran dari berbagai wilayah sekaligus mendapatkan arahan untuk memperkuat inisiatif yang telah berjalan. Kami berharap upaya membangun kepedulian lingkungan dan merawat keberagaman dapat menjangkau lebih banyak anak muda, termasuk melalui lingkungan sekolah,” ujar Hening.

Menanggapi hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menggarisbawahi pentingnya menanamkan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, kesadaran menjaga alam harus dibentuk dari kebiasaan sehari-hari, mulai dari pengurangan sampah, pemanfaatan daur ulang, hingga penggunaan energi secara bijak.

Ia mendorong Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah, salah satunya lewat aktivitas ekstrakurikuler.

“Budaya peduli lingkungan dapat dibangun melalui kegiatan di sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang mengajak siswa mengelola sampah dan mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat,” tutur Mu’ti.

Peluang sinergi ini sejalan dengan program 1000 Cahaya Muhammadiyah yang diusung Eco Bhinneka untuk mendorong efisiensi dan transisi energi. Gerakan ini telah menyelenggarakan pelatihan di 50 sekolah dan akan berlanjut pada peningkatan kapasitas guru serta kolaborasi dengan sekolah-sekolah lintas iman.

Dari sisi penguatan karakter, Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa pihak kementerian telah mengembangkan Forum Perjumpaan Tunas Bhinneka yang diintegrasikan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Program ini dirancang agar sekolah menjadi ruang perjumpaan ramah bagi para murid untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan, termasuk latar belakang agama. Pendekatan ini sejalan dengan misi Eco Bhinneka dalam mempertemukan pemuda lintas iman.

“Sekolah perlu menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak untuk belajar saling mengenal, menghargai, dan menghormati perbedaan,” terang Rusprita.

Ia menambahkan bahwa penguatan literasi keagamaan dan penciptaan suasana sekolah yang aman serta nyaman menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Pertemuan yang dihadiri oleh 20 perwakilan tim pengelola Eco Bhinneka Muhammadiyah dari tingkat nasional dan sembilan wilayah ini menjadi pijakan awal untuk mempererat kerja sama dengan Kemendikdasmen dalam memperluas pendidikan lingkungan dan nilai-nilai kebinekaan di sekolah.

Bagikan berita ini: