Kabar Persyarikatan

Refleksi Pelayanan Publik di Tiongkok: Membumikan Nilai Keadilan dan Keimanan dalam Kehidupan

Redaksi Baturmu
5 November 20264 Menit
Refleksi Pelayanan Publik di Tiongkok: Membumikan Nilai Keadilan dan Keimanan dalam Kehidupan

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Nilai-nilai ajaran Islam semestinya tidak sekadar menjadi wacana, melainkan hadir secara nyata dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk pada sektor pelayanan publik. Prinsip-prinsip seperti kejujuran, keadilan, serta kemudahan dalam melayani masyarakat merupakan nilai universal yang dapat diterapkan oleh bangsa mana pun tanpa memandang latar belakang agama.

Pesan tersebut disampaikan oleh Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Arif Rahman, saat memberikan ceramah di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Ahad (01/11).

Dalam kesempatan tersebut, Arif membagikan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Tiongkok bersama sepuluh rekannya pada April lalu. Selama perjalanan, ia mengamati langsung bagaimana sistem transportasi publik di negara tersebut dikelola dengan menerapkan keadilan dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap konsumen.

Ia menceritakan kejadian ketika dua anggota rombongannya tertinggal kereta cepat. Saat melaporkan kendala tersebut kepada petugas stasiun, mereka justru mendapatkan penanganan yang sangat memudahkan. Petugas segera memindahkan jadwal keberangkatan ke kereta berikutnya tanpa mengenakan biaya denda maupun ongkos tambahan.

Kejutan lain terjadi saat mereka telah berada di dalam kereta pengganti. Salah satu rekannya menerima pemberitahuan pengembalian dana sebesar 45 yuan melalui aplikasi. Pengembalian otomatis tersebut merupakan selisih harga tiket karena jadwal pengganti memiliki tarif yang lebih murah.

“Tanpa kita mengajukan refund, tanpa kita mengajukan pengembalian, otomatis uang itu masuk ke dalam aplikasi yang digunakan. Ini islami sekali. Di negara yang tidak Islam, ternyata nilai-nilai Islam itu hadir dari sistem negaranya,” ungkap Arif.

Menurut Arif, sistem yang secara otomatis mengembalikan hak penumpang tersebut mencerminkan nilai keislaman yang hakiki. Penyelenggara layanan menunjukkan rasa tanggung jawab dan keadilan dengan menjamin hak-hak pengguna jasa tanpa prosedur yang menyulitkan.

Selain itu, Arif mengapresiasi terintegrasinya moda transportasi umum di Tiongkok. Jaringan kereta bawah tanah dan berbagai transportasi publik saling terhubung dengan rapi, didukung tata ruang kawasan industri dan teknologi yang efisien sehingga memudahkan mobilitas warga serta menekan biaya distribusi.

Melalui pengalaman ini, Arif mengajak umat untuk terbuka dan memetik pelajaran dari praktik baik yang ada di negara mana pun. Menurutnya, identitas suatu bangsa tidak boleh menjadi penghalang untuk mengadopsi keunggulan sistem yang mereka bangun.

Ia juga menegaskan bahwa keimanan seseorang hendaknya tercermin dari kemampuan membedakan hal yang baik dan buruk. Kemampuan tersebut diwujudkan melalui semangat amar makruf nahi munkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan kesalahan atau penyebaran informasi palsu menjadi hal yang dimaklumi, melainkan terus berikhtiar mendorong kebaikan sesuai peran masing-masing.

Bagikan berita ini: