Kabar Persyarikatan

Perluas Jejaring Pendidikan Global, Muhammadiyah Gandeng CUHK-Shenzhen dan Industri Tiongkok

Redaksi Baturmu
23 Oktober 20264 Menit
Perluas Jejaring Pendidikan Global, Muhammadiyah Gandeng CUHK-Shenzhen dan Industri Tiongkok

BATURMU.COM, SHENZHEN — Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjajaki kerja sama strategis dengan sektor perguruan tinggi dan industri di Tiongkok.

Langkah ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama The Chinese University of Hong Kong, Shenzhen (CUHK-Shenzhen) serta kunjungan industri ke Foshan Electrical and Lighting Co., Ltd. (FSL) yang berlangsung pada 14–15 Oktober lalu.

Kemitraan tersebut membuka berbagai peluang kolaborasi, mulai dari program gelar bersama (joint degree dan dual degree), pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga riset bersama. Adapun bidang yang menjadi fokus perhatian utama meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), sains data (data science), sains biomedis, manufaktur maju, serta pembangunan berkelanjutan.

Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menyampaikan bahwa kerja sama dengan CUHK-Shenzhen merupakan langkah nyata untuk mempercepat internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA).

“Kerja sama dengan CUHK-Shenzhen merupakan pijakan strategis bagi PTMA untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset bertaraf internasional. Melalui kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dan program gelar bersama ini, kami berharap dapat mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global yang siap berkontribusi pada kemajuan persyarikatan dan bangsa,” ujar Muttaqin dalam keterangan tertulisnya.

Rektor CUHK-Shenzhen, Yangsheng Xu, menyambut hangat kemitraan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan akademis antara Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga membuka ruang bagi penelitian inovatif yang memberikan dampak luas.

Xu juga mengungkapkan bahwa mahasiswa asal Indonesia memiliki rekam jejak akademis yang sangat baik di kampusnya. Saat ini, mahasiswa Indonesia bahkan menjadi komunitas internasional terbesar di CUHK-Shenzhen.

Sementara itu, pada kunjungan industri ke FSL, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah berupaya menjajaki peluang riset terapan, program magang, hingga transfer teknologi yang dikhususkan bagi fakultas teknik dan sains di lingkungan PTMA.

Menurut Muttaqin, keterhubungan antara dunia akademik dan industri sangat krusial agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi solusi praktis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu pembuka kerja sama riset terapan, transfer teknologi, serta penyediaan ruang magang industri bagi mahasiswa dan dosen fakultas teknik serta sains di PTMA. Dengan begitu, inovasi yang dikembangkan PTMA dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri global,” jelasnya.

Melalui kesepakatan dengan CUHK-Shenzhen dan penjajakan bersama FSL, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan program-program konkret dalam pengembangan pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, serta penguatan konektivitas PTMA di rantai industri global.

Bagikan berita ini: