Kabar Persyarikatan

Perkuat Jejaring Global, Muhammadiyah dan PCIM Maroko Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Riset

Redaksi Baturmu
17 Oktober 20264 Menit
Perkuat Jejaring Global, Muhammadiyah dan PCIM Maroko Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Riset

BATURMU.COM, JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan silaturahmi dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/10). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas penguatan kaderisasi internal serta perluasan jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian.

Ketua PCIM Maroko, Faisal Maulana, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya berfokus pada dua agenda utama, yakni pembinaan kader di tingkat internal dan pengembangan kemitraan dengan pihak eksternal. Langkah ini ditujukan untuk memantapkan kapasitas kader sekaligus memperluas kolaborasi antara Muhammadiyah dan berbagai lembaga pendidikan, baik di Maroko maupun di Indonesia.

“PCIM Maroko berupaya memperkuat kaderisasi sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. Kami berharap potensi yang ada di Maroko dapat dikembangkan menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi Muhammadiyah dan dunia pendidikan,” ujar Faisal.

Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah optimalisasi implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Muhammadiyah dengan dua institusi pendidikan terkemuka di Maroko, yaitu Institut Darul Hadis el-Hassania dan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah.

Jika selama ini kerja sama lebih banyak diwujudkan melalui pengiriman delegasi Muhammadiyah untuk menempuh studi di Maroko, ke depan ranah kolaborasi tersebut akan diperluas. Sinergi ini nantinya bakal melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) secara lebih luas, mencakup pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, hingga riset bersama.

Peluang kemitraan juga terbuka lebar dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Maroko. Bentuk kerja sama yang potensial dikembangkan antara lain penyelenggaraan seminar internasional, pertukaran peneliti dan literatur ilmiah, serta penelitian kolaboratif antarperguruan tinggi di kedua negara.

Maroko dinilai memiliki keunggulan akademis yang khas karena memadukan kekayaan warisan intelektual Islam dengan dinamika pemikiran Barat. Potensi tradisi keilmuan ini dipandang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang sangat berharga untuk memperkaya perspektif akademisi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyambut positif inisiatif yang digagas oleh PCIM Maroko. Ia menegaskan bahwa peluang kolaborasi internasional ini harus segera ditindaklanjuti secara nyata melalui koordinasi intensif dengan PTMA.

“Peluang kerja sama ini perlu ditindaklanjuti secara konkret dengan melibatkan PTMA. Dengan begitu, potensi yang dimiliki masing-masing institusi dapat dikembangkan menjadi program pendidikan dan penelitian yang berkelanjutan,” tutur Syafiq.

PP Muhammadiyah berkomitmen untuk memfasilitasi dan menghubungkan berbagai peluang kerja sama ini agar dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan serta keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Melalui peran aktif PCIM Maroko sebagai jembatan penghubung, langkah ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi dan kiprah Muhammadiyah di kancah global secara berkelanjutan.

Bagikan berita ini: