Perkuat Dakwah Internasional, PCIM Maroko dan MPKSDI PP Muhammadiyah Rancang Langkah Strategis Kaderisasi

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko menggelar pertemuan silaturahmi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (16/10). Pertemuan ini berfokus pada pembahasan strategi penguatan sistem kaderisasi dan pengembangan gerakan dakwah Muhammadiyah di Maroko.
Delegasi PCIM Maroko dipimpin langsung oleh sang Ketua, M. Faisal Maulana. Kedatangan mereka diterima oleh Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, yang didampingi Wakil Ketua Muthohharun Jinan serta Anggota Bidang Pembinaan Kader, Ahmad Nubail.
Dalam kesempatan tersebut, Faisal memaparkan pemetaan persebaran kader, kondisi terkini, serta kebutuhan pembinaan anggota Muhammadiyah di Maroko. Pemetaan ini menjadi fondasi utama dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkokoh konsolidasi kader di kawasan Afrika Utara tersebut.
Ia juga membeberkan sejumlah agenda kaderisasi yang sedang dan akan berjalan. Setelah sukses menyelenggarakan Baitul Arqam pada Juli 2026, PCIM Maroko saat ini tengah menyusun kurikulum pengaderan khusus yang ditargetkan mulai diterapkan pada November 2026.
Program penataan kurikulum tersebut diharapkan mampu memperdalam pemahaman nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sekaligus mempererat ikatan solidaritas serta komitmen para kader dalam mengemban misi Persyarikatan.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, memberikan arahan dan masukan penting terkait pengembangan pembinaan kader di luar negeri.
"Pengaderan harus dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan, yang berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan Muhammadiyah secara lebih luas kepada masyarakat setempat," tegas Bachtiar.
Selain penguatan di internal organisasi, MPKSDI mendorong PCIM Maroko untuk aktif membangun dan memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak lokal. Langkah ini dinilai sangat krusial dalam mendukung keterjangkauan dakwah Muhammadiyah sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di Maroko.
Bachtiar juga menekankan pentingnya keterlibatan kader dalam kegiatan nyata di lapangan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pematangan kader, melengkapi jalur pelatihan formal, kajian, dan diskusi.
Melalui pertemuan ini, PCIM Maroko dan MPKSDI PP Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi menghadirkan sistem kaderisasi yang terarah, terstruktur, dan berkelanjutan di mancanegara.
