Kabar Persyarikatan

Peran Vital Ayah dalam Membentuk Keimanan dan Karakter Anak dari Rumah

Redaksi Baturmu
10 Oktober 20264 Menit
Peran Vital Ayah dalam Membentuk Keimanan dan Karakter Anak dari Rumah

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Pendidikan keimanan dan pembentukan karakter anak hendaknya berawal dari lingkungan keluarga. Dalam proses ini, peran seorang ayah sangat penting untuk memberikan pendampingan emosional sekaligus bimbingan spiritual agar anak mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Lailan Arqam, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan tiga langkah konkret yang dapat diterapkan para ayah untuk membina keimanan dan akhlak anak.

Langkah pertama adalah meluangkan waktu khusus bersama anak tanpa gangguan gawai atau layar digital. Lailan menekankan bahwa anak membutuhkan kehadiran utuh dari sosok ayah yang mau mendengarkan cerita, keluh kesah, serta keluhan yang mereka alami sehari-hari.

“Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan hadiah, jemaah. Mereka merindukan kehadiran ayahnya,” ujar Lailan.

Menurutnya, kedekatan yang terjalin erat sejak dini akan membuat ayah menjadi sosok utama tempat anak mencari pertolongan dan nasihat saat menghadapi masalah.

Langkah kedua adalah mengutamakan keteladanan daripada sekadar instruksi. Mengingat anak merupakan peniru yang sangat ulung, perilaku dan kebiasaan orang tua di rumah akan menjadi acuan utama bagi pembentukan sikap anak.

“Tidak ada metode paling ampuh, paling efektif selain keteladanan. Keteladanan ayah adalah kurikulum terbaik dalam kehidupan ananda,” tegasnya.

Ia mencontohkan, jika ayah ingin anaknya rajin beribadah di masjid atau bersikap santun, maka ayah harus terlebih dahulu memperlihatkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan akhlak akan jauh lebih efektif ketika anak menyaksikan langsung penerapannya dari orang tua.

Langkah ketiga adalah menjadikan rumah sebagai benteng spiritual. Lailan mengajak para ayah untuk menghidupkan suasana keagamaan di rumah melalui dialog keimanan, doa bersama, dan komunikasi hangat di meja makan. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam secara alami.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan berdiskusi dan menjaga komunikasi ini perlu terus dipelihara meskipun anak telah tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan sendiri.

Di samping ketiga langkah utama tersebut, Lailan mengingatkan para ayah untuk senantiasa mendoakan anak-anak mereka di waktu-waktu yang mustajab. Ia juga menekankan bahwa kesiapan menjadi ayah harus dipupuk sejak sebelum menikah melalui kedisiplinan dan penguatan iman pribadi.

Tanggung jawab seorang ayah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan materi semata, melainkan mencakup bimbingan agama dan keteladanan hidup. Oleh karena itu, pembentukan generasi yang saleh dan salehah perlu diikhtiarkan mulai dari lingkungan rumah tangga masing-masing.

Bagikan berita ini: