Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati di Tengah Kesadaran Medical Check-Up Masyarakat
BATURMU.COM, JAKARTA — Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan fisik dan kebugaran tubuh terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari makin maraknya aktivitas olahraga mingguan di ruang-ruang publik, pertumbuhan pusat kebugaran, hingga meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan medis berkala (medical check-up) guna memantau kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.
Data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat indeks partisipasi masyarakat dalam berolahraga pada tahun 2024 naik menjadi 0,263 dibandingkan angka 0,254 pada 2023. Sejalan dengan itu, indeks kebugaran jasmani masyarakat juga bergerak naik dari 0,179 menjadi 0,196.
Semangat membangun budaya hidup sehat ini sejalan dengan dorongan Muhammadiyah terhadap kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, pernah mengingatkan bahwa gerakan kesehatan tidak boleh berhenti hanya pada pelayanan medis di rumah sakit atau klinik.
"Yang lebih ditekankan adalah bagaimana membangun budaya hidup sehat atau healthy lifestyle," tegaskannya.
Abdul Mu’ti juga menekankan eratnya keterkaitan antara kesehatan jasmani dan rohani dalam kehidupan manusia.
Namun, di tengah perhatian besar pada kebugaran fisik yang dapat terukur oleh laboratorium, kesehatan batin atau hati (qalb) sering kali luput dari perhatian. Berbeda dengan organ hati secara biologis, qalb dalam ajaran Islam merupakan pusat niat, sikap batin, dan kesadaran yang menjadi penggerak utama seluruh tindakan manusia.
Rasulullah SAW telah menekankan pentingnya menjaga kondisi batin melalui sabdanya:
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kerusakan perilaku seperti sifat iri (hasad), kesombongan, dan kebiasaan membicarakan keburukan orang lain bermula dari kondisi batin yang dibiarkan tidak sehat. Dalam literatur keislaman, sebagaimana dibahas oleh para ulama seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, kondisi hati manusia terbagi menjadi tiga kategori: hati yang sehat (qalbun salim), hati yang sakit (qalbun maridh), dan hati yang mati (qalbun mayyit).
Dari ketiga kategori tersebut, Al-Qur'an menekankan pentingnya memiliki hati yang sehat dan bersih (qalbun salim) sebagai hal utama yang menentukan keselamatan manusia di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 88–89:
“(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu'ara: 88–89).
Kesehatan batin ini ditandai oleh kepekaan nurani, kerinduan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, khusyuk dalam beribadah, serta kemampuan untuk tetap berprasangka baik kepada-Nya dalam berbagai situasi kehidupan.
