Kabar Persyarikatan

Pelayanan EMT Ditarik, Muhammadiyah Siapkan Program Penguatan Penyintas Pasca Gempa Flores

Redaksi Baturmu
21 September 20263 mnt baca
Pelayanan EMT Ditarik, Muhammadiyah Siapkan Program Penguatan Penyintas Pasca Gempa Flores

Muhammadiyah secara resmi menarik pelayanan Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team/EMT) dari lokasi terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski penugasan medis darurat telah berakhir, Muhammadiyah tidak meninggalkan warga terdampak, melainkan melanjutkan komitmen pendampingan melalui program penguatan dan pemulihan penyintas pasca bencana.

Transisi dari Tanggap Darurat ke Fase Pemulihan

Penarikan pelayanan EMT dilakukan seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat dan menurunnya angka kebutuhan penanganan medis mendesak di lapangan. Selama masa operasi tanggap darurat, tim EMT Muhammadiyah telah memberikan berbagai layanan kesehatan, mulai dari tindakan medis darurat, pengobatan spesialis, hingga pelayanan kesehatan dasar bagi ribuan warga terdampak gempa.

"Penarikan tim EMT menandai berakhirnya fase tanggap darurat medis. Namun, pelayanan Muhammadiyah terus berlanjut melalui tahap pemulihan jangka panjang untuk mendampingi penyintas hingga benar-benar pulih," ungkap perwakilan penanganan bencana Muhammadiyah.

Fokus Program Penguatan Penyintas Pasca Gempa

Untuk memastikan penyintas gempa Flores dapat bangkit dan kembali mandiri, Muhammadiyah melalui konsorsium penanggulangan bencana (MDMC dan Lazismu) telah menyiapkan sejumlah program pemulihan holistik yang berfokus pada beberapa sektor mendasar:

  • Dukungan Psikososial: Pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) secara berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
  • Air Bersih dan Sanitasi (WASH): Pembangunan sarana air bersih serta fasilitas sanitasi lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit pasca bencana.
  • Rehabilitasi dan Hunian: Bantuan perbaikan dan pembangunan kembali tempat tinggal yang lebih aman serta berperspektif pengurangan risiko bencana.
  • Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan dan bantuan modal usaha untuk memulihkan mata pencaharian warga terdampak agar roda perekonomian lokal kembali berputar.

Melalui pendekatan terpadu ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat Flores tidak hanya di masa krisis, tetapi hingga proses rekonstruksi dan pemulihan kehidupan warga selesai sepenuhnya.

Bagikan artikel ini: