MPM PP Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Pemberdayaan Akar Rumput Hingga Buruh Migran

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar agenda Konsolidasi Nasional 2026 di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, pada Sabtu (31/10). Pertemuan ini berfokus pada monitoring dan evaluasi capaian program pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah hingga daerah se-Indonesia.
Selain menjadi forum evaluasi kinerja, konsolidasi nasional tersebut dimanfaatkan untuk memetakan hasil kerja pendampingan warga sekaligus merumuskan arah dan langkah strategis pengembangan program di masa mendatang.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai pijakan penting dalam memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat di seluruh jenjang struktur organisasi.
“Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis pada fase-fase berikutnya,” ujar Yamin.
Dalam pemaparannya, Yamin menerangkan dua garis besar strategi organisasi, yakni Program Nasional dan Program Unggulan. Program Nasional dirancang secara terstruktur dari tingkat pusat hingga cabang melalui empat pilar utama: penguatan kelembagaan, pengembangan SDM lewat Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat, penguatan sektor pertanian bersama Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam), serta pemberdayaan wilayah pesisir melalui Jamaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu).
Sementara itu, Program Unggulan dikembangkan dengan pendekatan berbasis potensi lokal. Fokus utamanya menyasar kelompok rentan dan marginal, seperti masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), warga miskin perkotaan, penyandang disabilitas, hingga kelompok buruh.
MPM juga menaruh perhatian besar pada kelompok buruh migran. Melalui komunitas pendampingan Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu), MPM tercatat telah menjangkau 5.362 buruh migran, yang sebagian besar berada di Malaysia.
“Pendampingan dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga spiritual keagamaan melalui forum Jendela Migran,” jelas Yamin.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa akselerasi program prioritas terus digenjot selaras dengan mandat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta. Pendampingan difokuskan pada perluasan dakwah jamaah berbasis komunitas masyarakat akar rumput.
Langkah ini sejalan dengan visi MPM periode 2022–2027 untuk membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkemajuan, guna mewujudkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, serta kelompok dhuafa dan mustadh’afin sebagai manifestasi nilai Islam rahmatan lil alamin.
Rangkaian konsolidasi nasional ini juga diwarnai dengan peluncuran logo serta lagu tema Jambore Nasional Jatam ke-2 yang rencananya akan diselenggarakan di Provinsi Lampung pada Juli 2027 mendatang. Melalui konsolidasi ini, MPM PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas jangkauan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan.
