Kabar Persyarikatan

Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dukung PDM Demak Cetak Mubalig Berwawasan Klasik dan Modern

Redaksi Baturmu
21 Oktober 20263 Menit
Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dukung PDM Demak Cetak Mubalig Berwawasan Klasik dan Modern

BATURMU.COM, BANTUL — Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak dalam melahirkan kader mubalig melalui Pondok Matan Darussalam.

Dukungan tersebut disampaikan jajaran Majelis Tabligh PP Muhammadiyah saat menerima kunjungan silaturahmi dari PDM Demak di Kantor Institut Tabligh Muhammadiyah, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, pada Senin (14/10).

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menilai bahwa keberadaan pondok pesantren tersebut sangat strategis untuk memperkuat pilar dakwah Muhammadiyah. Kehadiran lembaga ini dinilai efektif dalam menjawab tantangan kebutuhan mubalig yang menguasai ilmu keislaman secara mendalam, termasuk pemahaman terhadap literatur atau kitab-kitab klasik.

Fathurrahman juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan serta pengembangan Pondok Matan Darussalam ke depan.

"Pondok ini patut dilanjutkan dan dikembangkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas lagi," tegas Fathurrahman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PDM Demak, Su’ali, menjelaskan bahwa pendirian Pondok Matan Darussalam berawal dari keresahan warga Muhammadiyah di tingkat akar rumput, mulai dari cabang hingga daerah, mengenai minimnya ketersediaan pendakwah yang mumpuni.

"Pendirian pondok ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran warga Muhammadiyah di tingkat cabang dan daerah terhadap terbatasnya ketersediaan mubaligh yang memiliki kompetensi keilmuan Islam secara mendalam," ungkap Su'ali.

Menambahkan penjelasan tersebut, Direktur MTS Pondok Matan Darussalam, Muhammad Jumali, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mencetak ulama-ulama muda yang tidak hanya mahir mengkaji dan memahami kitab klasik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Oleh karena itu, selain penguatan pada kurikulum keilmuan Islam klasik, para santri juga dibekali dengan penguasaan ilmu-ilmu modern agar siap melayani kebutuhan dakwah masyarakat di era digital.

Bagikan berita ini: