Kabar Persyarikatan

Lulus Predikat Cumlaude di UMPP, Perjuangan Irwan Berjualan Nasi Goreng Sejak SMP Membuah Hasil

Redaksi Baturmu
17 Oktober 20264 Menit
Lulus Predikat Cumlaude di UMPP, Perjuangan Irwan Berjualan Nasi Goreng Sejak SMP Membuah Hasil

BATURMU.COM, PEKALONGAN — Perjuangan keras dan ketekunan tak pernah mengkhianati hasil. Hal tersebut dibuktikan oleh Irwan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) yang berhasil menyelesaikan studinya dan diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan Jasmani dengan predikat cumlaude pada Senin (14/10).

Capaian akademik ini diraih Irwan melalui perjalanan hidup yang tidak mudah. Demi membiayai pendidikan serta membantu perekonomian keluarga, ia telah melakoni usaha berjualan nasi goreng sejak masih duduk di kelas 2 SMP.

Langkah tersebut diambil Irwan untuk menggantikan peran sang ayah yang tidak lagi bisa bekerja secara optimal akibat menderita stroke selama kurang lebih delapan tahun. Usaha nasi goreng yang semula dijalankan bersama akhirnya ia ambil alih sepenuhnya.

“Untuk saya jualan nasi goreng itu sejak saya waktu duduk di kelas SMP kelas 2. Waktu itu saya berjualan nasi goreng karena terkendala dari orang tua saya sendiri dan ikut bantu,” ungkap Irwan.

Setiap hari, Irwan menggelar lapak nasi gorengnya di kawasan depan RS Siti Khodijah, Kota Pekalongan. Keuntungan dari hasil berjualan ia sisihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membayar biaya kuliah di UMPP.

Selama berkuliah di kelas reguler, Irwan menjalani rutinitas harian yang sangat padat. Selepas mengikuti aktivitas perkuliahan dari pagi hingga sore hari, ia bergegas menyiapkan dagangan. Lapak nasi gorengnya beroperasi mulai setelah Maghrib hingga pukul 02.00 atau 03.00 dini hari. Dengan jadwal tersebut, Irwan rata-rata hanya memiliki waktu istirahat sekitar empat jam dalam sehari.

Guna menutup kekurangan biaya saat pendapatan dari nasi goreng sedang tidak tentu, Irwan juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai pelatih renang di Kabupaten Batang. Profesi ini telah ia jalani selama dua hingga tiga tahun di beberapa tempat, termasuk kolam renang THR Kramat Batang dan fasilitas milik Disparpora Batang.

Perjalanan Irwan menempuh pendidikan tinggi sempat diwarnai keinginan untuk berhenti. Pada semester pertama, ia mengaku hampir menyerah lantaran besarnya beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarkan.

“Awal-awal semester satu itu sempat mau menyerah karena UKT-nya cukup tinggi. Akhirnya saya mencicil dan tetap melanjutkan kuliah,” tuturnya.

Keputusan untuk bertahan membuahkan hasil. Meski harus membagi waktu antara berjualan, melatih renang, dan menyusun skripsi—bahkan sampai membeli laptop sendiri dari hasil keringatnya—Irwan berhasil menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dalam kurun 3,5 tahun. Dukungan moril dan materil dari keluarga turut menjadi penguat tekadnya hingga garis akhir.

Keberhasilan Irwan mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP, Riski Aditya. Ia menilai Irwan sebagai sosok mahasiswa yang disiplin, memiliki rekam jejak akademik yang baik, serta berprestasi di bidang olahraga.

“Nilai-nilainya untuk Irwan ini cukup rajin dan nilai-nilainya cenderung bagus semuanya. Selain itu, dia memiliki kompetensi di bidang wasit renang. Saya sebagai kepala prodi, sebagai dosennya, sangat bangga dan memberikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa-mahasiswa kami yang sangat luar biasa,” kata Riski.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Irwan berencana melanjutkan cita-citanya untuk menjadi guru olahraga secara penuh. Sebelumnya, ia sempat mempraktikkan keilmuannya dengan mengajar sebagai guru olahraga di SDN Poncol 2. Bagi Irwan, kelulusan ini menjadi pijakan awal untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus terus membahagiakan keluarganya.

Bagikan berita ini: