Kabar Persyarikatan

LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS Perkuat Kaderisasi Dai untuk Wilayah 3T

Redaksi Baturmu
7 November 20264 Menit
LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS Perkuat Kaderisasi Dai untuk Wilayah 3T

BATURMU.COM, SURABAYA — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus menggencarkan kolaborasi dengan pondok pesantren serta Ma’had di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Langkah strategis ini diambil guna memenuhi tingginya kebutuhan tenaga dai di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Komitmen penguatan kaderisasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, bersama pimpinan Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Surabaya, Jumat (6/11/2026). Pertemuan berlangsung di sela-sela agenda Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-XXXIII yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Diskusi yang melibatkan Kepala Pondok Shabran UMS KH. Yayuli dan Sekretaris Muk Andhim tersebut berfokus pada skema penguatan kaderisasi, sekaligus membuka peluang perluasan pengiriman dai ke berbagai wilayah yang masih membutuhkan pendampingan dakwah secara intensif.

Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, mengungkapkan bahwa ketersediaan dai di kawasan pelosok dan pinggiran saat ini masih belum optimal. Oleh karena itu, agenda pemenuhan kebutuhan dai tidak bisa hanya menjadi beban LDK PP Muhammadiyah semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari seluruh potensi kaderisasi Muhammadiyah, termasuk pesantren dan Ma’had PTMA.

“Potensi pesantren dan Ma’had PTMA sangat besar untuk mendukung gerakan dakwah. Kita membutuhkan dai yang tidak hanya memiliki bekal keilmuan agama, tetapi juga kesiapan mental, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian untuk hidup bersama masyarakat,” ujar Arifin.

Arifin turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pondok Shabran UMS yang selama ini konsisten menjadi mitra utama LDK PP Muhammadiyah. Lembaga pendidikan tersebut tercatat sebagai salah satu pemasok kader dai terbesar dalam program pengiriman tenaga dakwah ke daerah-daerah.

Ia berharap peran aktif Pondok Shabran dapat menjadi teladan bagi pondok pesantren dan Ma’had PTMA lainnya. Semakin banyak lembaga yang terlibat, semakin luas pula jangkauan masyarakat yang bisa mendapakan pendampingan keagamaan dan sosial secara memadai.

Lebih lanjut, Arifin menggarisbawahi bahwa peran dai di wilayah 3T tidak sekadar menyampaikan ceramah atau mengisi mimbar pengajian. Para dai dituntut mampu membangun hubungan emosional yang erat dengan warga, memahami problem lokal, serta mendorong gerakan pemberdayaan dan ketahanan sosial.

“Dakwah harus hadir bersama masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan manfaat nyata. Dakwah bukan sekadar menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memberdayakan, mencerahkan, dan menggembirakan,” tegasnya.

Melalui penguatan sinergi antara LDK PP Muhammadiyah dan Pondok Shabran UMS ini, jangkauan dakwah Muhammadiyah diharapkan dapat makin meluas, mencerahkan, serta membawa dampak positif bagi masyarakat hingga ke pelosok Nusantara.

Bagikan berita ini: