Kabar Persyarikatan

Ketua PCIM Arab Saudi Ulas Dinamika Keamanan Kawasan dan Luasnya Peluang Studi di Tanah Suci

Redaksi Baturmu
25 September 20265 mnt baca
Ketua PCIM Arab Saudi Ulas Dinamika Keamanan Kawasan dan Luasnya Peluang Studi di Tanah Suci

BATURMU.COM, JAKARTA — Perkembangan kerja sama pertahanan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menjadi perhatian khusus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi. Kerja sama trilateral ini dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat stabilitas dan pertahanan kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCIM Arab Saudi, Dicky Zulkarnain Tamy, dalam program Diaspora Muhammadiyah yang ditayangkan di TVMu pada Rabu (23/9). Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang semula berlangsung secara bilateral antara Arab Saudi dan Pakistan kini berkembang lebih luas dengan melibatkan Turki.

Menurut Dicky, ketiga negara tersebut memiliki potensi yang saling melengkapi. Arab Saudi unggul dari segi kekuatan ekonomi, Pakistan memiliki kapasitas pertahanan militer yang tangguh, sedangkan Turki menguasai teknologi pertahanan yang mumpuni.

“Walaupun sifatnya kerja samanya itu belum seperti NATO, tapi kerja samanya itu saling bantu di bidang pertahanan,” ujar Dicky.

Ia menilai langkah ini merupakan bagian dari upaya Arab Saudi untuk memperkuat kemandirian keamanan nasionalnya sekaligus mengurangi ketergantungan pada negara-negara Barat.

“Kita melihat langkah kerja sama pertahanan dari mulai bilateral sampai ini merupakan langkah yang mana Saudi mulai tidak bergantung terhadap negara-negara Barat,” jelasnya.

Secara geografis, ketiga negara memegang posisi geopolitik yang sangat strategis. Pakistan berbatasan dengan Iran dan berkepentingan menjaga stabilitas perbatasan, Turki terhubung erat dengan kawasan Eropa serta NATO, sementara Arab Saudi berada di pusat dinamika Timur Tengah. Kendati demikian, Dicky menegaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada penguatan kapasitas pertahanan masing-masing negara, bukan kesepakatan militer otomatis yang mewajibkan aksi serangan bersama.

Terkait kondisi warga Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia di Arab Saudi, Dicky memastikan bahwa situasi secara umum relatif kondusif dan aman. Aktivitas harian serta perekonomian masyarakat berjalan normal, dengan penyesuaian yang hanya terjadi pada sektor tertentu seperti jadwal penerbangan saat situasi keamanan memanas.

“Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat walafiat,” katanya.

Di samping memantau perkembangan situasi kawasan, PCIM Arab Saudi juga terus menjalankan berbagai program keorganisasian. Salah satu agenda utama yang sedang disiapkan adalah pembentukan tim pelayanan haji untuk musim 1448 Hijriah dengan melibatkan ranting-ranting Muhammadiyah di seluruh wilayah Arab Saudi.

Selain itu, perhatian PCIM Arab Saudi juga tertuju pada tingginya minat kader Muhammadiyah untuk melanjutkan studi di Tanah Suci. Guna merespons antusiasme tersebut, Dicky bersama sejumlah kader bahkan memanfaatkan masa liburannya di tanah air untuk melakukan safari madrasah guna membagikan informasi seputar peluang beasiswa dan kuliah di Arab Saudi.

Ia menekankan bahwa pilihan studi di Arab Saudi saat ini semakin beragam. Kampus-kampus di sana tidak hanya menyediakan jurusan ilmu agama, tetapi juga telah membuka program studi umum. Sebagai contoh, Universitas Islam Madinah kini menawarkan jurusan MIPA, ilmu komputer, hingga teknik.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik, pendaftaran dapat dilakukan secara resmi melalui platform Study in Saudi. Dicky menyarankan agar para calon pendaftar mempersiapkan persyaratan sejak awal. Bahasa Arab menjadi syarat utama untuk jurusan keagamaan, sementara jurusan umum memerlukan penguasaan bahasa Inggris dan kualifikasi akademik yang memadai. Ia juga mengingatkan bahwa surat rekomendasi hanyalah bagian dari kelengkapan berkas, bukan jalur khusus penjamin kelulusan.

“Jadi itu semua karena memang di Saudi sendiri kan enggak ada mengatasnamakan orang dan sebagainya ya. Jadi memang akreditasi sekolah itu sangat berpengaruh dan juga ikhtiar dan doa daripada masing-masing calon mahasiswa itu sangat penting sekali,” terangnya.

Peluang melanjutkan studi ini kini juga semakin terbuka bagi mahasiswi seiring dengan adanya kebijakan anyar dari pemerintah Arab Saudi. Fasilitas pendukung seperti dosen perempuan dan sistem pembelajaran terpisah antara laki-laki dan perempuan telah disiapkan dengan baik.

Bagi kader Muhammadiyah, belajar di Arab Saudi memberikan nilai tambah yang unik karena memadukan pengalaman akademik dengan nilai-nilai spiritual melalui keberadaan dua kota suci, Makkah dan Madinah.

“Di Saudi salah satu poin utamanya adalah Haramain,” pungkas Dicky.
Bagikan artikel ini: