Kabar Persyarikatan

Haedar Nashir Tekankan Peran Penting Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Algoritma

Redaksi Baturmu
12 Oktober 20263 Menit
Haedar Nashir Tekankan Peran Penting Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Algoritma

BATURMU.COM, SIDOARJO — Tantangan yang dihadapi generasi penerus di masa depan dinilai semakin kompleks dan beragam. Demi memastikan anak-anak mampu bersaing dan tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan zaman, para orang tua berupaya memberikan pendidikan terbaik sejak dini.

Saat ini, tidak sedikit anak yang menjalani rutinitas padat. Mereka berangkat sekolah sejak pukul enam pagi dan belajar di sekolah hingga pukul tiga sore. Tak berhenti di situ, banyak anak yang masih harus mengikuti bimbingan belajar tambahan atau kegiatan ekstrakurikuler hingga sore bahkan malam hari.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan para orang tua untuk memberikan proporsi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak. Selain perhatian pada beban belajar, Haedar juga menyoroti pentingnya asupan gizi. Dalam ajaran Islam, makanan tidak hanya harus halal, tetapi juga thayyib atau baik dari segi nilai gizi dan kebersihan, mulai dari cara memperoleh hingga pengolahannya.

“Mudah-mudahan makanannya bukan junk food. Seperti ibu bapak ya. Makanan-makanan itu setidaknya mengandung empat sehat dan lima sempurna,” ujar Haedar.

Di samping itu, Haedar menekankan bahwa menitipkan anak di lembaga pendidikan—sekalipun sekolah yang bagus dan mahal—tidak lantas membuat orang tua lepas tangan. Tanggung jawab utama dalam mendidik dan mencerdaskan anak tetap berada di tangan orang tua.

“Dalam konteks itu harus kita jaga, jaga keamanannya, jaga keselamatannya, jaga lingkungannya. Itu tanggung jawab kita dan orang tua tidak boleh lepas tangan, hatta kita sudah menitipkan ke sekolah. Kan sekarang ini ada kecenderungan, apalagi sekolah bagus, bayarnya mahal, orang tua lepas tangan,” tutur Haedar.

Menurutnya, tantangan mendidik anak saat ini jauh lebih berat akibat tingginya arus informasi di media sosial. Algoritma media sosial kerap membentuk ruang percakapan yang mengisolasi pandangan anak, sehingga mereka seolah memiliki dunianya sendiri.

“Mereka adalah anak-anak Android, mereka anak-anak algoritma, mereka anak-anak gadget yang selalu bersama mereka. Maka tanamkan thayyibah, tanamkan value-value buat mereka. Itu tanggung jawab kita sebagai orang tua,” tegasnya.

Sesuai pesan Al-Qur'an, Haedar mendorong orang tua untuk mendidik anak agar menjadi generasi yang kuat (quwwah al ta’ayun) dan mampu memaksimalkan potensinya sebagai penerus dakwah. Melalui pendidikan yang tepat, Muhammadiyah berharap tidak melahirkan generasi yang lemah (dzurriyatan dhi’afan), baik dari segi mental, ekonomi, pendidikan, maupun akidah.

Bagikan berita ini: