Kabar Persyarikatan

Haedar Nashir: Peradaban Besar Dibangun Oleh Manusia-Manusia Unggul

Redaksi Baturmu
25 September 20263 mnt baca
Haedar Nashir: Peradaban Besar Dibangun oleh Manusia-Manusia Unggul

BATURMU.COM, SINJAI — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa proses pembentukan sebuah peradaban besar tidak hanya bergantung pada sistem yang ada, melainkan sangat ditentukan oleh hadirnya sosok-sosok unggul dan istimewa sebagai penggeraknya.

Pernyataan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai pada Jumat (25/9).

Dalam pemaparannya, Haedar memberi contoh peradaban Yunani Kuno yang melahirkan nama-nama besar seperti Aristoteles, Plato, dan Socrates. Hal serupa juga terlihat dalam sejarah peradaban Islam yang diwarnai oleh kepemimpinan para nabi, era kekhalifahan, empat imam mazhab, hingga deretan ilmuwan Muslim terkemuka.

"Peradaban itu dibangun selain oleh sebuah sistem yang dibangun dalam tahap demi tahap, tetapi juga oleh orang-orang yang istimewa," ujar Haedar.

Haedar menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa berada pada pilihan bangsa itu sendiri. Ia mengutip ayat Al-Qur'an yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Menurutnya, menjadi sosok yang unggul membutuhkan proses dan perjuangan panjang, sebagaimana para tokoh besar dan nabi yang tidak pernah meraih keberhasilan secara instan.

Kepada para mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA), Haedar berpesan agar selalu menanamkan rasa optimisme. Ia menekankan bahwa lokasi tempat menimba ilmu tidak menjadi penghalang untuk tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi.

"Di mana pun kita memulai kuliah, kalian akan bisa menjadi orang yang unggul," tutur Haedar.

Untuk mencapai keunggulan tersebut, Haedar membagikan lima parameter utama yang harus dimiliki generasi muda, yaitu membangun karakter yang baik, memperbanyak ilmu pengetahuan, membiasakan membaca, aktif menulis, serta menguasai bahasa asing.

Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang berlandaskan kejujuran, sikap amanah, dan rasa hormat kepada orang tua. Haedar juga menyoroti fenomena sosial saat ini, seperti rendahnya kedisiplinan hingga maraknya tindakan korupsi yang menunjukkan masih lemahnya pembentukan karakter di masyarakat.

"Generasi kalian jadi apa pun haruslah generasi yang punya karakter. Karakter itu mahal," sebut Haedar.

Di akhir penyampaiannya, Haedar berpesan agar generasi muda juga membekali diri dengan kemampuan bahasa internasional seperti bahasa Inggris. Hal ini penting agar mereka memiliki daya saing yang kuat di tingkat global.

"Jadi, lima hal itu saja Anakku sekalian, kuasai yang saya sampaikan tadi. Insyaallah akan bisa menjadi manusia yang unggul dan bisa bersaing di ranah global," pungkas Haedar.
Bagikan artikel ini: