Kabar Persyarikatan

Haedar Nashir: Penguasaan Ekonomi Jadi Kunci Strategis Muhammadiyah Menyongsong Masa Depan

Redaksi Baturmu
16 Oktober 20264 Menit
Haedar Nashir: Penguasaan Ekonomi Jadi Kunci Strategis Muhammadiyah Menyongsong Masa Depan

BATURMU.COM, JAMBI — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi dan optimisme tinggi terhadap pesatnya perkembangan dakwah ekonomi serta bisnis di lingkungan persyarikatan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian Mentari Mart dan peletakan batu pertama Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi) secara virtual.

Haedar menjelaskan bahwa kemajuan program ekonomi Muhammadiyah—yang berada di bawah koordinasi Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy bersama Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah—didukung oleh infrastruktur organisasi yang kokoh, sistematis, dan masif. Selain itu, semangat pergerakan dakwah yang dinamis sejak awal berdirinya Muhammadiyah menjadi pendorong utama pesatnya perkembangan ini.

Guna memaksimalkan potensi tersebut, Haedar menekankan pentingnya membangun sinergi dan konektivitas antar-unit usaha di dalam persyarikatan.

“Dengan dua modal itu, modal infrastruktur yang kokoh dan spirit pergerakan yang terus hidup, maka yang perlu dilakukan adalah membangun institusi Muhammadiyah yang semakin berjejaring kuat satu sama lain. Tinggal bagaimana amal usaha ini satu sama lain berjejaring agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menegaskan bahwa watak dasar Muhammadiyah sejak awal adalah menghidupkan kesejahteraan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memajukan masyarakat. Oleh karena itu, model bisnis yang dikembangkan Muhammadiyah harus memiliki karakter khas yang membedakannya dari sistem kapitalistik.

“Mindset harus terus ditingkatkan untuk membangun bisnis yang strategis. Tapi kita tetap punya karakter yang berbeda dengan kapitalistik yakni membangun tanpa merusak. Ketika ada dampak dari pembangunan itu ya harus bertanggung jawab untuk merecovery, merehabilitasi, mereformasi dan melakukan usaha-usaha perbaikan,” jelasnya.

Di era modern saat ini, Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi kekuatan alternatif yang memberikan solusi bagi pembangunan nasional maupun global. Haedar berpesan agar seluruh warga persyarikatan memiliki standar yang tinggi (high-level standard) serta memegang teguh etos kerja produktif khas Muhammadiyah, yakni sedikit bicara dan banyak bekerja.

Dengan nada jenaka namun sarat makna, beliau menyinggung pentingnya fokus pada kerja nyata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat ketimbang menghabiskan energi untuk berdebat.

“Kalau orang terlalu banyak pendapat itu pendapatannya sedikit. Maka jangan terlalu banyak pendapat, sehingga kita tidak banyak pendapatan,” tutur Haedar.

Mengakhiri arahannya, Haedar menyatakan optimismenya terhadap masa depan gerak ekonomi Muhammadiyah. Ia menegaskan kembali bahwa penguasaan di bidang ekonomi dan bisnis merupakan fondasi utama untuk memenangkan masa depan.

“Siapa yang menguasai ekonomi, menguasai dunia bisnis, dia akan menguasai masa depan. Jadi itu mindset yang harus kita bangun,” pungkasnya.
Bagikan berita ini: