Kabar Persyarikatan

Dua Hari Pascaluncuran, ChatHPT Muhammadiyah Dibanjiri Pertanyaan Seputar Ibadah Harian

Redaksi Baturmu
8 November 20264 Menit
Dua Hari Pascaluncuran, ChatHPT Muhammadiyah Dibanjiri Pertanyaan Seputar Ibadah Harian

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Muhammadiyah, ChatHPT, mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Hanya dalam dua hari setelah resmi diluncurkan, platform AI keislaman tersebut dibanjiri puluhan ribu pertanyaan yang didominasi oleh topik ibadah sehari-hari.

Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informatika (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ismail Fahmi, melalui akun Facebook pribadinya pada Sabtu (7/11). Berdasarkan analisis data penggunaan, fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan rujukan keagamaan yang mudah diakses.

Ismail menjelaskan bahwa topik seputar ibadah shalat menjadi hal yang paling banyak ditanyakan pengguna. Pertanyaan tersebut mencakup tata cara pelaksanaan, jumlah rakaat, hingga ketentuannya.

“Topik shalat, mulai dari tata cara, jumlah rakaat, hingga sujud, muncul dalam 8.239 pertanyaan atau 16,2 persen dari total. Angka ini lebih dari tiga kali lipat topik di peringkat kedua,” terang Ismail.

Secara keseluruhan, lima besar topik terpopuler didominasi oleh panduan ibadah harian. Di bawah topik shalat, peringkat kedua diisi oleh pembahasan shalat Jumat dan khutbah dengan 2.520 pertanyaan. Selanjutnya menyusul topik zikir, doa, dan shalawat (2.366); wudhu, thaharah, dan najis (2.188); serta ketentuan imam, makmum, dan shalat berjamaah (1.813).

Hal menarik lainnya terlihat pada peringkat ketujuh, di mana isu muamalah digital dan kecerdasan buatan (AI) muncul dalam 1.555 pertanyaan. Jumlah tersebut berada sedikit di atas pembahasan nikah, talak, dan rujuk (1.543) serta muamalah, riba, dan bisnis (1.524). Data ini mengindikasikan bahwa masyarakat modern juga mencari pegangan syariat dalam menjalani aktivitas di era digital.

Selain persoalan umum, beberapa tema khas diskursus Majelis Tarjih turut mewarnai interaksi pengguna. Pertanyaan seputar hukum rokok dan tembakau tercatat sebanyak 779 kali, qunut 717 kali, penentuan kalender Hijriah dan hari raya 478 kali, serta topik politik dan kebangsaan sebanyak 467 kali.

Ismail menambahkan bahwa satu pertanyaan bisa dikategorikan ke lebih dari satu topik, sehingga akumulasi persentase tidak selalu persis 100 persen.

Kinerja Sistem dan Cara Kerja ChatHPT

Seiring tingginya antusiasme masyarakat, beban kerja sistem ChatHPT meningkat signifikan. Pada 5 dan 6 November, sistem mencatat pemrosesan hingga 7,94 miliar token—satuan potongan kata yang dibaca dan dihasilkan oleh AI.

Dari angka tersebut, token masukan mencapai 7,76 miliar, sedangkan token keluaran sebesar 179 juta. Rasionya menunjukkan bahwa untuk menghasilkan satu token jawaban, sistem membaca sekitar 43 token masukan yang berisi instruksi, riwayat percakapan, serta rujukan naskah Tarjih.

“Perbandingan ini sesuai dengan rancangan ChatHPT. Jawaban tidak disusun dari ingatan model semata, melainkan dari naskah Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Tarjih, dan Tanya Jawab Agama yang lebih dulu ditelusuri dan dibaca,” jelas Ismail.

Platform ChatHPT dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bekerja sama dengan LabMu untuk Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah. Ke depan, pengembang dihadapkan pada tantangan untuk terus menjaga ketahanan sistem dan kualitas jawaban seiring terus bertambahnya jumlah pengguna.

Meski sangat membantu, Ismail memberikan catatan penting bahwa ChatHPT dirancang sebagai alat bantu untuk memahami rujukan Tarjih, bukan sebagai sarana penetapan fatwa atau keputusan hukum resmi. Untuk persoalan keagamaan yang memerlukan kepastian hukum mengikat, masyarakat diimbau untuk tetap merujuk pada naskah putusan resmi serta berkonsultasi langsung dengan Majelis Tarjih.

Bagikan berita ini: