Kabar Persyarikatan

Dorong Tata Dunia yang Damai dan Adil, Syafiq Mughni Tegaskan Muhammadiyah Harus Hadir di Kancah Global

Redaksi Baturmu
22 September 20262 mnt baca
Dorong Tata Dunia yang Damai dan Adil, Syafiq Mughni Tegaskan Muhammadiyah Harus Hadir di Kancah Global

BATURMU.COM, MEDAN — Berawal dari Yogyakarta hingga meluas ke seluruh penjuru Indonesia, Muhammadiyah kini terus memperkuat posisinya sebagai organisasi global. Langkah ini diambil guna mewujudkan visi besar menciptakan tata dunia baru yang aman, damai, serta berkeadilan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni, saat berbicara dalam kegiatan Pelatihan Diplomasi Islam Berkemajuan untuk Kemanusiaan bertajuk "Perlindungan Pekerja Migran" di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Selasa (22/9).

Dalam kesempatan itu, Syafiq menyampaikan apresiasinya kepada Lembaga Hubungan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah selaku penyelenggara. Ia berharap LHKI dapat semakin memperkokoh peran strategis Muhammadiyah dalam mengawal isu-isu internasional.

"Tuntutan dunia sekarang sangat jelas, bahwa Muhammadiyah harus hadir di dalam kancah internasional. Jangan menjadi organisasi yang ada di sudut pojok dunia ini, tetapi menjadi organisasi yang berada di tengah-tengah pusaran global," ujar Syafiq.

Lebih lanjut, Syafiq menjelaskan bahwa kiprah Muhammadiyah dalam pergaulan dunia tetap dijalankan dalam kapasitasnya sebagai Organisasi Non-Pemerintah (NGO). Meski memiliki ruang gerak yang berbeda dari institusi negara, peran Muhammadiyah hadir untuk saling mengisi dan mendukung kepentingkan bersama.

"Peran-perannya jelas tidak sama dengan peran negara, tetapi saling mendukung, saling mengisi, karena kita punya keinginan yang sama untuk mewujudkan visi dunia baru yang kita inginkan adalah sebuah tata dunia yang berkeadilan dan damai," tuturnya.

Syafiq menilai, dinamika dan tantangan global saat ini maupun di masa mendatang akan semakin kompleks. Menurutnya, Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam menghadapi persoalan tersebut, melainkan harus terlibat aktif mencari solusi melalui kontribusi nyata di kancah internasional.

Bagikan artikel ini: