Cegah Bullying, Siswa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Ciptakan Permainan Edukatif BECIK

BATURMU.COM, YOGYAKARTA — Sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, para siswa SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta menciptakan sebuah inovasi permainan edukatif bernama BECIK. Permainan ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman serta langkah pencegahan perundungan sejak dini bagi anak-anak.
Inovasi kreatif tersebut mendapat apresiasi positif dari Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini. Menurutnya, pendekatan yang dihadirkan dalam permainan BECIK sangat relevan dan menarik bagi anak-anak dalam memahami isu perundungan.
"Permainan ini menarik karena idenya lahir langsung dari anak-anak yang melihat keresahan perundungan di sekitarnya. Isi permainannya sangat edukatif, memberikan pemahaman dan pencegahan perundungan dengan menumbuhkan rasa empati serta memberikan contoh tindakan nyata yang bisa dilakukan oleh anak-anak," ujar Diyah saat diwawancarai, Selasa (6/10).
Lebih lanjut, Diyah menjelaskan bahwa permainan BECIK menggabungkan kearifan lokal (local wisdom) dengan nilai-nilai Al-Islam. Meski mengusung pendekatan yang komprehensif, permainan ini tetap dikemas secara sederhana sehingga sangat mudah dipahami oleh murid sekolah dasar.
"Saya sangat senang dan bangga bisa bermain bersama anak-anak serta ikut menyelami pemahaman mereka tentang perundungan melalui permainan ini," ungkapnya.
Ia berharap gagasan besar ini terus mendapat dukungan agar dapat dikembangkan lebih jauh. Diyah menilai Muhammadiyah 'Aisyiyah memiliki peran strategis untuk mendistribusikan inovasi ini ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari komitmen persyarikatan dalam mencegah kekerasan pada anak.
"Tentu hal ini juga menjadi bukti nyata bahwa siapa pun dapat berkontribusi, khususnya dalam pencegahan kasus perundungan, sekalipun mereka masih berusia anak-anak," pungkas Diyah.
